Karena Surabaya merupakan kota multikultural, maka multi kultur itu lah yang menjadi sebuah kekuatan bagi Surabaya.
BACA JUGA:KFC DBL Indonesia All-Star 2023 Juara Chicago Summer Jam
BACA JUGA:Wow! Pelatih Kobe Bryant Latih Skuad Elite KFC DBL Indonesia All-Star 2023
Kota ini dikenal sebagai Kota Pahlawan juga karena adanya perjuangan kemerdekaan dari Arek-Arek Suroboyo dan yang didukung pemuda-pemuda dari berbagai daerah -seperti yang tergambar dalam pekik pidato Bung Tomo.
Mengenalkan Surabaya sebagai kota multikultural diterjemahkan lewat pemilihan rute, desain jersey, desain medali, hingga kuliner yang menjadi refreshment GFR.
Soal rute misalnya, peserta diajak melewati China Town, Kampung Arab, Kampung Madura, hingga sisa-sisa jejak kolonial.
Hadirkan Lima Kategori Lari
BACA JUGA:Belajar di Chicago, Skuad Elite KFC DBL Indonesia All-Star 2023 Nikmati Pengalaman Ini
BACA JUGA:Honda DBL 2022 Sumsel Sukses Digelar
GFR sendiri menghadirkan lima kategori lari, yakni Kids Dash, Family Run, 5K, 10K, dan Half Marathon.
Tahun ini, kategori 21 resmi bisa disebut sebagai half marathon karena telah resmi terverifikasi PB PASI, sesuai dengan standar World Athletics.
Azrul Ananda, Presiden Persebaya sekaligus CEO DBL Indonesia mengucapkan terima kasih atas antusiasme peserta GFR 2025, terlebih lagi bagi yang engaja datang dari luar kota.
“Awalnya GFR dibuat untuk memperingati ulang tahun Persebaya dan Surabaya, kini bisa makin besar.
BACA JUGA: Ikut Kompetisi DBL, Bupati Suntik Semangat Siswa SMAN 2 Lahat
BACA JUGA: PASI dan DBL Indonesia Berkolaborasi: Men-DBL-Kan Atletik untuk Booster Partisipasi
Semoga GFR ke depan terus bisa ‘menghijaukan’ Surabaya,” kata Azrul.
Menghijaukan Surabaya yang dimaksud Azrul, tentu merujuk pada makin banyaknya peserta yang bisa terlibat di tahun-tahun mendatang.