Formasi manajer memberi kebebasan bagi Güler dan Valverde untuk maju dan terlibat dalam serangan, sesuatu yang jarang mereka dapatkan di bawah Carlo Ancelotti.
Pertandingan seharusnya berakhir 3–0, tetapi kelengahan konsentrasi memungkinkan Pachuca mencetak gol hiburan pada menit ke-80.
Memang, Real Madrid sudah menguasai pertandingan dan bermain dengan 10 pemain, tetapi gol terlambat itu menjadi pertanda hal-hal yang akan datang bagi raksasa Spanyol.
Nilai Pertandingan: B+
BACA JUGA:Bagaimana Taktik Masterclass Enzo Maresca Bisa Menghancurkan PSG di final Piala Dunia Klub?
BACA JUGA:Liverpool Bersedia Lepas Ibrahima Konate Plus Uang Cash di Pertukaran Pemain dengan Real Madrid
RB Salzburg 0-3 Real Madrid
Kemenangan dominan 3–0 Real Madrid atas RB Salzburg adalah gambaran pertama dari sepak bola Alonso.
Mantan manajer Bayer Leverkusen itu untuk pertama kalinya menerapkan formasi tiga bek di Real Madrid, dan hal itu berjalan hampir sempurna.
Huijsen, Aurélien Tchouaméni, dan Antonio Rüdiger sepenuhnya mengunci pertahanan Salzburg, membatasi mereka hanya tiga tembakan tepat sasaran.
BACA JUGA:Manchester United Incar Gelandang Barcelona Siap Ajukan Tawaran Besar
BACA JUGA:PSG Siap Menjual Pemain Bertahan dengan Harga yang Tepat
Perlindungan ekstra di lini belakang memungkinkan Fran García dan Alexander-Arnold untuk maju dan berkolaborasi dengan Vinícius Júnior dan Gonzalo di lini depan.
Formasi 3-5-2 juga memberikan kebebasan bagi Bellingham untuk menciptakan peluang dan menyerbu kotak penalti, alih-alih terjebak bermain sebagai bek sayap untuk membantu pertahanan timnya.
Real Madrid tampil terbaik saat Bellingham terlibat dalam serangan, dan formasi eksperimental Alonso menunjukkan hal itu secara jelas.
Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Real Madrid kembali terlihat seperti tim yang mampu mengendalikan pertandingan selama 90 menit, menjaga gawang tetap bersih, dan mencetak beberapa gol. Kombinasi ketiganya merupakan hal yang langka dalam musim terakhir Ancelotti sebagai pelatih.
Nilai Pertandingan: A