BACA JUGA:Manajer Real Madrid Xabi Alonso Dikritik oleh Mantan Pemain
BACA JUGA:Juventus Melakukan Pertukaran Bek Sayap dengan Porto
Meskipun hanya tampil empat kali di Premier League bersama pelatih asal Portugal itu, penyerang yang sulit diprediksi ini mencetak tiga gol, jumlah yang hanya dua pemain di skuad yang mampu melampaui dalam empat bulan berikutnya.
Namun, keduanya berselisih tentang penerapan strategi, bukan hasilnya.
“Saya tidak bisa membuat Marcus memahami cara bermain sepak bola dan berlatih seperti yang saya lihat,” keluh Amorim setelah mengabaikan Rashford dalam 13 pertandingan berturut-turut.
Konflik dingin ini yang tampaknya memaksa Amorim untuk mencari cara baru untuk menyerang Rashford di media setiap minggu, termasuk mengakui bahwa dia lebih memilih pelatih kiper berusia 63 tahun di bangku cadangan daripada penyerang utama sebelumnya dan berakhir dengan kepindahan pemain tersebut ke Villa.
BACA JUGA:Batal Tinggalkan Nerazzurri! Hakan Calhanoglu Konfirmasi Perpanjangan Kontrak di Inter
BACA JUGA:Siapa Saja Pemain Manchester United yang Pernah Bergabung Barcelona, Bagaimana Performa Mereka?
“Alasannya adalah latihan, cara saya melihat apa yang seharusnya dilakukan pemain sepak bola dalam latihan, dalam hidup, itu setiap hari, setiap detail,” tambah Amorim, mengisyaratkan kontroversi seputar aktivitas Rashford di luar lapangan yang bukan sesuatu hal yang baru.
Masalah yang Makin Besar
Awan gelap yang menggantung di atas Rashford tidak terbentuk secara tiba-tiba begitu Amorim melangkah masuk melalui pintu berderit Old Trafford.
Baru tiga bulan setelah menandatangani kontrak lima tahunnya, Erik ten Hag menyebut keputusan Rashford untuk pergi ke klub malam setelah kekalahan dalam derby Manchester sebagai tidak dapat diterima.
BACA JUGA:Lionel Messi Dicoret! Tidak Masuk di MLS All-Star Game 2025
Pada Januari 2024, penyerang yang selalu menjadi sorotan itu menjadi bahan olok-olok media Inggris setelah tertangkap basah di dua klub malam kotor di Irlandia Utara pada malam berturut-turut sebelum absen latihan dengan alasan sakit.
Namun, insiden di Belfast itu tidak menjelaskan mengapa Rashford hanya sesekali menunjukkan performa bagus sepanjang kariernya.
Penyerang sayap kiri alami ini hanya mencetak lebih dari 20 gol dan assist gabungan dalam dua dari 10 musim Premier League-nya.