Serta mendukung penuh pengajuan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke tingkat nasional.
BACA JUGA:Pemkab Muba Masuk Nominasi Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2024, Ini Pertimbangannya
BACA JUGA:Budayakan Pola Hidup Sehat, Dinkominfo Muba Senam Bersama dan Cek Kesehatan Gratis
Bupati juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas adat.
Ia menilai, tokoh adat dan pelaku budaya adalah penjaga jati diri daerah yang memiliki peran vital dalam pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.
“Kami sangat membutuhkan sinergi aktif dengan para penjaga budaya.
Keterlibatan mereka dalam merumuskan kebijakan kebudayaan sangat penting.
BACA JUGA:Pacu Kreatifitas Penyandang Disabilitas, Dinsos Fasilitasi Lomba Seni Budaya
BACA JUGA:Kembangkan Fungsi Museum, Dikbud Muba Gelar Pelatihan Pendataan Cagar Budaya dan Tenaga Permuseuman
Agar setiap program yang dibuat benar-benar berpihak pada pelestarian nilai-nilai luhur,” ujar Toha.
Lebih lanjut, ia menyatakan, Pemerintah Kabupaten Muba akan terus mendorong pelestarian Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) seperti permainan tradisional, ritus, pengetahuan lokal, hingga tradisi lisan.
Program revitalisasi, dokumentasi, hingga pewarisan budaya ke generasi muda menjadi fokus utama ke depan.
Bupati menyebutkan bahwa penetapan dan pelestarian Cagar Budaya serta OPK akan dimasukkan dalam program prioritas daerah.
BACA JUGA:17 Pelaku Penggiat Seni Budaya di Muba Dapat Apresiasi Pj Bupati, Berikut ini Nama-Namanya?
BACA JUGA:Kahf Edukasi Finalis Duta Budaya Cek Bagus Cek Ayu 2025: Pentingnya Grooming
Selain itu, Pemkab Muba juga akan memperkuat penyelenggaraan festival budaya, pendidikan berbasis budaya lokal, serta mendukung kreativitas seniman lokal.