BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4.4 Guncang Nabire Papua, Cek Detail Episentrum dan Kekuatannya
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 3.9 Guncang Nduga Papua, pada Kedalaman 10 Km, Tak Berpotensi Tsunami
Di Biak dan Supiori, gempa dirasakan dalam skala intensitas II-III.
Dari hasil pemodelan, menunjukkan bahwa Gempa Nabire M6,5 tidak berpotensi tsunami.
Sesar Anjak Weyland
Dari sejumlah sumber, diketahui j ika Sesar Anjak Weyland merupakan salah satu elemen struktural geologi yang signifikan di wilayah Papua, Indonesia, khususnya di bagian selatan Pegunungan Tengah.
BACA JUGA:Gempa Bumi Guncang Pagaralam di Kedalaman 41 Km, Tidak Berpotensi Tsunami
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4.5 Baru Saja Guncang Sinabang Aceh, Tak Berpotensi Tsunami
Struktur ini dikategorikan sebagai sesar naik (thrust fault), yang memiliki peran krusial dalam pembentukan morfologi serta tatanan geologi kawasan tersebut.
Pembentukan sesar ini berkaitan erat dengan proses orogenesa atau pembentukan pegunungan, yang dipicu oleh aktivitas konvergensi lempeng tektonik.
Khususnya antara Lempeng Indo-Australia, yang bergerak ke arah utara, dan Papua Selatan atau Mikrolempeng Pasifik, yang cenderung stabil atau bergerak berlawanan arah.
Interaksi tektonik tersebut menghasilkan tekanan kompresional yang signifikan, menyebabkan batuan di zona tersebut mengalami deformasi, berupa pelipatan dan sesar naik.
BACA JUGA:Gempa Kuat Magnitudo 7.4 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG: Indonesia Aman dari Tsunami!
BACA JUGA:Baru Saja! Gempa Magnitudo 4.4 Guncang Tanggamus Lampung, Tak Berpotensi Tsunami
Proses ini kemudian membentuk struktur geologi kompleks, termasuk di dalamnya Sesar Anjak Weyland, yang kini menjadi salah satu ciri utama dari dinamika geologi Papua bagian tengah dan selatan. ***