Lebih jauh, Wisnu menyebut bahwa kegiatan coaching clinic semacam ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, baik secara daring maupun luring.
“Kami ingin agar seluruh daerah memiliki persepsi dan standar yang sama dalam penyusunan kebutuhan tenaga pengantar kerja,” katanya.
Kegiatan yang diikuti oleh 59 peserta ini merupakan penyelenggaraan ke-10 di tingkat nasional.
Selain menyamakan persepsi tentang analisis kebutuhan dan beban kerja, kegiatan ini juga memberikan pendampingan teknis bagi pejabat pengantar kerja agar mampu melakukan analisis kebutuhan tenaga kerja secara lebih efektif dan berbasis data.
Dengan langkah ini, diharapkan penempatan tenaga kerja di Sumatera Selatan semakin tepat sasaran dan berkualitas.