Di Indonesia sendiri, hasil surveilans juga memperlihatkan bahwa varian influenza A (H3) adalah varian dominan.
BACA JUGA:Lantik Pimpinan Baznas 2025-2030, Bupati Lahat Bursah Zarnubi Beri Pesan Khusus Ini
BACA JUGA:Hanya 7 KM dari Martapura, Bendungan Bersejarah Ini Jadi Destinasi Warga OKU Timur Saat Liburan
Tren kasus penyakit influenza dalam skala nasional juga tercatat mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.
Menurut hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing yang selesai pada tanggal 25 Desember 2025, jenis subclade K terlacak sejak bulan Agustus 2025 lewat sistem surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Prima Yosephine menjelaskan juga bahwa sampai dengan akhir Desember 2025, terpantau ada sekitar 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K di sebanyak delapan provinsi di Indonesia.
Jumlah terbanyak ada di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Sumsel 2 Januari 2026: Hujan Ringan Meluas, Musi Rawas Berpotensi Hujan Sedang
Kemenkes menegaskan, pihaknya akan terus berupaya memperkuat surveilans, pelaporan, dan juga siap siaga dalam merespons terkait perkembangan situasi fenomena super flu di Indonesia sesuai dengan dinamika.
Untuk langkah pencegahan, seluruh masyarakat dihimbau untuk selalu menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, menjaga sistem imun tubuh, serta memperoleh vaksinasi influenza setiap tahun.
Imbauan ini diutamakan bagi para kelompok rentan yaitu misalnya lansia, ibu hamil, serta orang-orang yang menderita penyakit penyerta.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk tetap di rumah masing-masing jika mengalami flu, memakai masker dengan baik dan benar, serta menerapkan etika batuk yang tepat.
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Daruba Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami
Segeralah akses fasilitas pelayanan kesehatan jika gejala flu yang dirasakan semakin parah atau tak kunjung reda lebih dari tiga hari.