Kolaborasi Pertamina–RSUD Aceh Tamiang: Bahu-Membahu Operasikan Layanan Kesehatan

Minggu 04-01-2026,07:44 WIB
Reporter : Ella Sulistiana
Editor : Ella Sulistiana

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan, program Pertamina Peduli merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan dalam menjaga agar layanan publik seperti Rumah Sakit dapat beroperasi dalam kondisi darurat. 

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Pastikan Ketahanan Stok BBM Selama Libur Nataru 2025/2026

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Bersama BPH Migas Perkuat Kolaborasi untuk Menjaga Penyaluran BBM di Sumsel Tetap Aman

Fokus pemulihan mulai dari pembersihan infrastruktur, pemulihan  listrik, air, serta memastikan logistik medis tersedia, agar layanan kesehatan bisa berjalan optimal.

"Pemenuhan nutrisi bagi paramedis dan pasien kami support melalui dapur umum Pertamina Peduli, dimana para pejuang medis dan pasien mendapatkan asupan makanan bergizi tiga kali sehari,” jelas Baron.

Pascabencana, RSUD Muda Setia Aceh Tamiang kembali dibuka pada 9 Desember lalu. 

Hingga akhir tahun 2025 tercatat 507 pasien rawat inap telah dilayani, 2.350 pasien mendapatkan layanan rawat jalan, 48 pasien mendapatkan tindakan operasi.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Pastikan Pasokan BBM Aman di Bireuen Pasca Jembatan Teupin Mane Dibuka

BACA JUGA:Pasokan LPG Aceh Terjamin, Pertamina Patra Niaga Tambah 6 Mobil Tangki Kapasitas 90 MT

Dan 8 pasien dirawat di fasilitas ICU, 20 pasien menjalani tindakan cuci darah, setta 656 pasien ditangani di Unit Gawat Darurat.

“Harapan kami Pertamina terus mendukung dalam hal suplai air dan BBM untuk menghidupkan listrik, agar pelayanan bisa tetap terjaga. Karena orang sakit tidak bisa menunggu dan harus segera dilayani dalam keadaan apapun,” ujar dr Andika. 

Dukungan Pertamina sangat penting dalam menjaga denyut nadi rumah sakit, dan ia berharap akan terus tersedia hingga keadaan kembali normal.

Komitmen Pertamina hadir di tengah masyarakat sebagai wujud kehadiran negara, dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana. 

"Energi bukan sekadar komoditas, melainkan kekuatan untuk menyambung nafas dan harapan di tengah masa pemulihan,” ujar Baron.

 

Kategori :