Dilanjutkan dengan kelas Businesss Acceleration & Scaling Up dengan mentor dari Universitas Gadjah Mada.
BACA JUGA:Skor ESG Meningkat, Pertamina Raih Peringkat 1 Dunia di Sub Industri Integrated Oil and Gas
BACA JUGA:Pertamina Fasilitasi 5.888 Sertifikasi UMKM Mitra Binaan Sepanjang 2025
Sebanyak 10 Champion PAG 2025 mengikuti pembekalan intensif yang mencakup penguatan strategi bisnis serta penyusunan awal Business Improvement Plan (BIP), termasuk aspek finansial sebagai dasar perencanaan pengembangan usaha.
Memasuki Januari 2026, program berlanjut ke tahap Visitasi Lapangan (Site Visit) oleh tim asesor ke lokasi usaha masing-masing Champion.
Visitasi ini difokuskan pada validasi lapangan melalui pencocokan antara dokumen BIP dengan kondisi riil usaha, meliputi aset, kapasitas produksi, stok, dan operasional sebagai penetapan data baseline.
Selain itu, visitasi juga diarahkan untuk melakukan finalisasi Objective and Key Results (OKR) dengan menurunkan strategi BIP ke dalam target bulanan yang terukur sebagai dasar pemantauan kinerja dan kesiapan pencairan hibah.
BACA JUGA:Kolaborasi Pertamina–RSUD Aceh Tamiang: Bahu-Membahu Operasikan Layanan Kesehatan
Tahap ini turut mencakup verifikasi kesiapan agregasi, termasuk keberadaan dan kesiapan calon UMKM untuk dikembangkan melalui skema kolaborasi dan agregasi usaha.
Melalui Program Pertapreneur Aggregator, Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung UMKM pangan agar tumbuh sebagai pelaku usaha yang berstandar, berdaya saing.
Serta berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat Indonesia.