Dan kalau tidak terlihat hilalnya, ketika proses ru’yatul hilal di malam ke-30 Sya’ban, maka sempurnakan bulan Syab’an nya menjadi 30 hari.
BACA JUGA:Ramadan Tinggal Hitungan Hari! Ini 10 Hal yang Wajib Disiapkan dari Sekarang
BACA JUGA:Ramadan Makin Dekat, Ini 8 Kurma Favorit Umat Muslim di Dunia
Ru’yatul hilal hukum asalnya adalah kewajiban waliyyul amri dan orang-orang yang ditugaskan oleh pemerintah.
Dan kewajiban kaum muslimin adalah mengikuti apa yang telah mereka tetapkan.
Kalau mereka (waliyyul amri) telah melihatnya (hilal) kewajiban kaum muslimin untuk mengikutinya.
Kalau mereka (waliyyul amri) mengatakan hilal tidak terlihat, karena memang belum kelihatan atau terhalang.
BACA JUGA:Tips Jelang Ramadan: 10 Langkah Mudah Agar Puasa Gak Loyo dan Ibadah Lancar
BACA JUGA:Ramadan Makin Dekat! Bukan Cuma Ajwa, Ini Deretan Kurma Paling Laris di Dunia
Berarti kita (tinggal) menyempurnakan bulan Syab’an menjadi 30 hari.
Dan ini terjadi pada Abdullah bin Umar radhiyallahu ta’ala ‘anhuma, sebagaimana di dalam Sunnan Abi Dawud dan yang lainnya dan sanad hadits ini shahih.
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Orang-orang berusaha untuk melihat hilal, kemudian aku beritahukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bahwa aku telah melihatnya.
BACA JUGA:Ingin Ramadan Lebih Bermakna? Jangan Lewatkan Persiapan Ini
Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan orang-orang agar berpuasa.”