BACA JUGA:Bukan Teh Manis! Minuman Berbuka Ini Ternyata Bisa Bantu Redakan Asam Urat saat Ramadan
Melainkan karena demi kehati-hatian dengan beranggapan barangkali itu adalah awal Ramadan.
Maka dia telah bermaksiat (melanggar) Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam.
Sebagaimana hadits dari Silah bin Jufar radhiyallahu ‘anhu dari Amar bin Yasir dalam Sunnan Abi Dawud dan yang lainnya dan Imam Al Bukhari meriwayatkan secara muallaq.
Amar bin Yasir mengatakan:
BACA JUGA:Meraih Kemenangan Sejati: Apa yang Anda Cari di Bulan Ramadan? Ini Kata Ustadz Abdullah Roy
BACA JUGA:Banyak yang Salah, Ini Waktu Terbaik Minum Kopi Susu saat Ramadan
“Barangsiapa yang berpuasa di hari yang disitu diragukan.”
Dalam arti, kebanyakan orang meragukan.
Apakah itu akhir Syab’an atau awal Ramadan.
Sementara Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam memerintahkan untuk menggenapkan Syab’an 30 hari.
BACA JUGA:Rahasia Tetap Kuat Selama Puasa Ramadan, Simak 14 Khasiat Kurma Ini
BACA JUGA:Menyambut Ramadan dengan Ilmu: Mengapa Kegembiraan Saja Tidak Cukup? Ini Kata Ustadz Abdullah Roy
Ini justru kata Amar bin Yasir: “Dia telah bermaksiat kepada Abu Al Qasim (Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam).”
Dari sini jelaslah bahwa kaidah dalam menetapkan masuknya bulan, termasuk di dalamnya bulan Ramadan, adalah dengan ru’yatul hilal.
Hukum asalnya, hilal tersebut dilihat oleh kaum muslimin baik satu orang ataupun lebih.