Jadi berpuasa di akhir Syab’an, baik di hari ke-29 atau hari ke-30, maka ini dilarang oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam.
Apabila dengan maksud untuk berhati-hati barangkali itu sudah masuk tanggal 1 Ramadan.
Kecuali apabila orang tersebut ketika dia berpuasa sunnah bertepatan di akhir Syab’an.
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Ini Daftar Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur
BACA JUGA:Buka Puasa Makin Nikmat! 4 Dessert Manis Ini Selalu Jadi Favorit Saat Ramadan
Dia sudah terbiasa puasa sunnah (puasa dawud atau puasa Senin Kamis) atau sedang mengqadha shaum Ramadan yang lalu yang belum selesai.
Maka hal ini tidak apa-apa.
Hal tersebut berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
BACA JUGA:Puasa Tetap Kuat Sebulan Penuh! Ini 6 Cara Sederhana Agar Tubuh Selalu Fit Saat Ramadan
“Jangan kalian mendahului Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya).
Kecuali seseorang yang terbiasa berpuasa (puasa sunnah) maka (tidak mengapa) berpuasalah.”
Hadits di atas hadits shahih riwayat Al Bukhari nomor 1914 dan Muslim nomor 1082.
Dan barangsiapa yang menyengaja berpuasa di akhir Syab’an padahal bukan kebiasaannya (berpuasa sunnah).
BACA JUGA:Ramadan Tinggal Hitungan Hari! 4 Camilan Kekinian Ini Paling Diburu saat Buka Puasa