BACA JUGA:Puasa Tak Jadi Alasan Malas Gerak, Bersepeda Ternyata Bisa Tekan Risiko Stroke
Makanan berat, apalagi tinggi gula dan lemak, dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis.
Kondisi ini berisiko bagi siapa pun, terutama penderita diabetes atau mereka yang sensitif terhadap perubahan gula darah.
Dengan memilih menu pembuka yang ringan dan seimbang, tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan metabolisme.
3. Risiko Gula Darah Turun Mendadak (Jarang Disadari)
BACA JUGA:Awas! Berbuka Puasa dengan Minuman Bersoda, Ini Dampaknya bagi Tubuh
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Puasa Senin–Kamis Jadi Latihan Sehat untuk Tubuh dan Jiwa, Ini Penjelasannya
Tak banyak yang tahu, langsung makan berat setelah puasa justru bisa memicu hipoglikemia.
Lonjakan insulin akibat asupan berlebihan dapat membuat kadar gula darah turun terlalu cepat.
Gejalanya sering diabaikan, seperti pusing, lemas, hingga tubuh terasa gemetar.
4. Proses Cerna Jadi Tidak Optimal
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Ini Daftar Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur
BACA JUGA:Tak Sekadar Segar! Ini Manfaat Es Jeruk Saat Berbuka Puasa yang Wajib Diketahui
Makan besar tanpa jeda membuat sistem pencernaan bekerja tidak efisien.
Nutrisi sulit diserap maksimal, dan tubuh lebih cepat merasa lelah setelah berbuka.
Memberi jeda sekitar 10–15 menit setelah konsumsi makanan ringan membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik.
Dari paparan di atas diketahui, jika brbuka puasa bukan soal seberapa banyak makanan yang masuk, melainkan bagaimana cara tubuh menerimanya.
BACA JUGA:Puasa Tetap Kuat Sebulan Penuh! Ini 6 Cara Sederhana Agar Tubuh Selalu Fit Saat Ramadan