PALEMBANG – Penyakit kardiovaskular atau gangguan jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
Di tengah mahalnya biaya pengobatan medis, tren kembali ke alam (back to nature) melalui konsumsi rebusan herbal kian diminati masyarakat Indonesia.
Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah manfaat Daun Salam (Syzygium polyanthum).
Namun, pertanyaannya: Apakah manfaat rebusan daun ini untuk jantung benar-benar terbukti secara medis atau hanya sekadar mitos turun-temurun?
BACA JUGA:Satgas Kodim 0402/OKI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Desa Kuala Dua Belas
BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Pewarna Alami, Ini Khasiat Daun Suji bagi Tubuh
Kandungan Senyawa Aktif yang "Mahal"
Secara ilmiah, daun salam bukan sekadar bumbu dapur.
Daun ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan polifenol.
Senyawa ini dikenal luas dalam dunia farmasi sebagai antioksidan kuat yang mampu melawan radikal bebas dalam tubuh.
BACA JUGA:Hidden Gem di Demang Lebar Daun: Ngopi, Makan Enak, Hingga Barbershop dalam Satu Tempat
BACA JUGA:Pahit Tapi Sakti! Ini Deretan Manfaat Daun Pepaya yang Jarang Diketahui
Bagi kesehatan jantung, kandungan asam kafeat dan rutin pada daun salam menjadi kunci utama.
Senyawa ini berperan dalam memperkuat dinding kapiler jantung dan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Apa Kata Penelitian Medis?
Berdasarkan berbagai studi literatur kesehatan, terdapat beberapa poin penting mengapa rebusan daun ini sangat berharga bagi kesehatan jantung:
BACA JUGA:Pahit Tapi Sakti! Ini Deretan Manfaat Daun Pepaya yang Jarang Diketahui