LAHAT, PALPRES.COM - Ada yang berbeda pada tahun ajaran 2025/2026 ini, biasanya siswa yang akan lulus dari sekolah wajib melalui ujian akhir tapi kali ini mereka yang duduk di kelas 9, mesti mengikuti Assesman Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ).
"Nah, untuk pembuatan soal-soalnya sendiri para guru terdiri dari perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)," ucap Kepala SMPN 6 Lahat, Rahmi Parianti SPd MPd, Selasa, 10 Maret 2026.
Dia menerangkan, bahwasanya ASAJ SMP adalah penilaian akhir yang dilakukan oleh sekolah di akhir kelas 9, untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) semua mata pelajaran.
"Tentu saja hal ini Ini menjadi dasar utama penentuan kelulusan siswa dan evaluasi akhir sekolah, sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu Satuan Pendidikan," imbau dia yang juga perwakilan MKKS.
BACA JUGA:Persiapan Masuk SMA Favorit, Ratusan Siswa SMPN 3 Lahat Fokus Taklukkan Ujian TKA Online
BACA JUGA:Kadisdikbud Lahat Beri Peringatan Keras Saat Sertijab Kepsek: Jangan Ada Aset yang Ditutup-tutupi
Ia menuturkan, detail utama atau kelebihannya sendiri mampu menilai hasil belajar akhir, menentukan kelulusan sekaligus membandingkan hasil belajar siswa dengan standar yang ditetapkan.
"Dilaksanakan di akhir semester genap kelas 9, biasanya antara April-Mei, sedangkan bentuk asesmen sendiri meliputi tes tertulis dan tes keterampilan sebut saja, proyek, praktik, produk atau portofolio, termasuk mencakup materi dari semester awal hingga akhir jenjang SMP," papar Rahmi Parianti.
Dia mencontohkan, tes tertulis, dengan ujian berbasis komputer atau kertas yang mencakup soal pilihan ganda, isian atau uraian, lalu praktik, nanti siswa akan mengikuti ujian praktik mata pelajaran tertentu (misal: Seni Budaya, IPA, Pendidikan Jasmani).
"Atau bisa saja bentuk proyek atau portofolio dengan penyelesaian karya akhir, laporan penelitian atau kumpulan tugas-tugas terbaik selama kelas 9. ASAJ bertujuan untuk mengukur kompetensi siswa secara komprehensif, bukan hanya pengetahuan tetapi juga keterampilan yang telah dipelajari selama di bangku SMP," tukas dirinya.
BACA JUGA:Patut Dicontoh! Lewat Sistem Kupon, Pembagian 300 Sembako SMPN 3 Lahat Berjalan Tertib dan Humanis
BACA JUGA:Resmi Pimpin SMPN 2 Lahat, Sri Indrayani Siapkan Strategi Khusus Agar Sekolah Jauh Lebih Maju
Senada, Peltikasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP, Meliyani SPd MPd mengemukakan, sekaligus evaluasi serta kualitas pembelajaran selama ini dilakukan, sehingga kisi-kisi soal dan telah dibuat menggambarkan capaian siswa itu sendiri.
"Khususnya bagi pembuat soal semoga kolaborasi ini menimbulkan sinergitas yang baik kepada rekan kerja, agar menghasilkan produk berkualitas dan sesuai harapan, serta dapat mengukur pembelajaran siswa di bangku sekolah," tutup dia.