Angka ini menunjukkan tekanan harga yang relatif moderat, dengan beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras, bensin, dan ikan patin turut memberi andil.
BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Naik Lagi! Antam Tembus Rp3 Juta per Gram
BACA JUGA:Sanksi Tegas Menanti! Propam Ogan Ilir Larang Keras Anggotanya Main Judi Online
Sekretaris Daerah OKI, Ir Asmar Wijaya menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi pengendalian inflasi antara pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
“Capaian inflasi terendah di Sumatera Selatan ini menjadi indikator bahwa langkah pengendalian yang dilakukan berjalan efektif.
Ke depan, stabilitas harga harus terus dijaga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai inovasi daerah seperti optimalisasi distribusi pangan dan penguatan pasar murah akan terus diperkuat guna meredam gejolak harga, terutama pada komoditas strategis.
BACA JUGA:Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi APAR Karhutla Muratara Lanjut Periksa Saksi
BACA JUGA:Milan Mengincar Bintang Atalanta dan Udinese
“Pemerintah daerah bersama TPID akan terus memperkuat langkah antisipatif, termasuk pemantauan harga secara berkala dan intervensi pasar bila diperlukan.
Sehingga fluktuasi harga tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat,” ujar Asmar.
Meski demikian, BPS mengingatkan potensi tekanan inflasi tetap ada, terutama dari komoditas bergejolak dan kebijakan energi.
Pemerintah daerah didorong untuk menjaga stabilitas harga melalui intervensi yang tepat sasaran, termasuk memperkuat ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.
Dengan tren inflasi yang melandai, OKI dinilai berada pada jalur yang cukup terkendali dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga yang masih fluktuatif.