Proses pemugaran Candi Sewu dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak abad 20, untuk mengembalikan keindahan arsitektur aslinya.-sulis-
Memang sebelumnya, Candi Sewu sempat tertimbun tanah dan terlupakan selama bertahun-tahun.
Baru pada abad ke-19, candi ini ditemukan kembali oleh para peneliti Belanda.
Proses pemugaran dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak abad 20, untuk mengembalikan keindahan arsitektur asli dari Candi Sewu.
Sama dengan candi-candi kebanyakan, bagian tubuh Candi Sewu pun dihiasi relief.
BACA JUGA:Bakal Jadi Ikon Baru Lahat! Bupati Bursah Zarnubi Sulap Danau Batu Jadi Wisata Alam Terpadu
BACA JUGA:Spot WFC Paling Nyaman di Palembang, Punya Vibes Bandung yang Adem Banget
Karena Candi Sewu merupakan bangunan agama Budha, maka relief yang menghiasinya pun terkait cerita Buddha, termasuk kisah Jataka dan ajaran moral Buddha.
Sehingga, Candi Sewu merupakan contoh arsitektur Mandala yang melambangkan alam semesta dalam Buddhisme.
Mengunjungi Candi Sewu bukan hanya sekadar melihat bangunan kuno, tetapi juga merasakan keagungan sejarah dan budaya Buddha di Jawa Tengah.
Keindahan arsitektur, relief yang menceritakan kisah Buddha, dan suasana mistis dari ribuan candi perwara membuat pengalaman berwisata di sini menjadi lebih lengkap dan berkesan.
BACA JUGA:Liburan Hemat! Ini 3 Wahana Seru di Punti Kayu, Ada Perahu Naga hingga Flying Fox
BACA JUGA:Lagi Viral! Wahana Air Tanjung Senai Diserbu Wisatawan, Berani Coba 'Speedboat Ngepot' di Indralaya?
Bagi siapa pun yang berada di Yogyakarta atau sekitarnya, Candi Sewu menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan.