Anak Pintar Teknologi, Tetapi Masih Lemah Literasi

Jumat 17-07-2026,14:08 WIB
Reporter : Mujianto
Editor : Mujianto

Tidak perlu memulai dengan langkah yang besar. Meluangkan waktu lima belas hingga dua puluh menit setiap hari untuk membaca bersama anak sudah menjadi awal yang baik.

BACA JUGA:Juventus Siapkan Transfer Combo Dua Pemain Incaran Melengkapi Lini Depan

Orang tua juga dapat mengajak anak berdiskusi tentang cerita yang dibaca, meminta mereka menceritakan kembali isi buku, atau menghubungkan isi bacaan dengan kehidupan sehari-hari.

Aktivitas sederhana ini mampu melatih kemampuan berpikir, berbicara, dan memahami informasi.

Di sisi lain, sekolah dan pemerintah perlu memperkuat ekosistem literasi. Perpustakaan sekolah hendaknya menjadi tempat yang menarik, bukan sekadar ruang penyimpanan buku.

Koleksi bacaan perlu disesuaikan dengan usia dan minat peserta didik. Sudut baca di setiap kelas, program membaca sebelum pembelajaran dimulai, lomba resensi buku, hingga kegiatan mendongeng dapat menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca.

BACA JUGA:Daftar Lengkap 20 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia Versi Uniranks, Kampus Mana Pilihanmu?

Yang tidak kalah penting adalah menanamkan kemampuan berpikir kritis. Di era digital, informasi datang dari berbagai arah dengan sangat cepat.

Tidak semua informasi yang beredar benar. Anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk membedakan fakta dan opini, memeriksa sumber informasi, serta tidak mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya.

Inilah bagian penting dari literasi yang sering terlupakan. Kemajuan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau AI, juga membawa tantangan baru.

AI mampu membantu mencari informasi, menerjemahkan bahasa, hingga membuat ringkasan bacaan. Namun, jika digunakan tanpa pendampingan, anak dapat menjadi terlalu bergantung pada teknologi.

BACA JUGA:Kabar Gembira! LPDP Resmi Longgarkan Syarat Bahasa Inggris, Kesempatan Kuliah Gratis Kini Terbuka Lebar

Mereka mungkin memperoleh jawaban dengan cepat, tetapi kehilangan kesempatan untuk berpikir, menganalisis, dan menemukan solusi secara mandiri. (*)

Kategori :