"Nanti kita akan kompilasi, dan kami berharap pihak pemerintah dalam hal ini kemudian mengimbangi apabila memang hasil kajiannya ada beberapa hal yang kemudian memang terjadi pada saat ini," tuturnya
BACA JUGA:HPN 2026 di Banten Makin Istimewa, Bakal Dihadiri Presiden Prabowo
BACA JUGA:Mendikdasmen Resmikan 74 Sekolah di Ogan Ilir: Komitmen Nyata Presiden Prabowo Subianto
Saat ditanya apakah hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, Dasco membenarkannya.
Menurut dia, evaluasi perlu dilakukan apabila hasil kajian mencerminkan kondisi yang benar-benar terjadi di masyarakat
"Iya, kalau memang hasil kajiannya kan ada yang kemudian memang sesuai dengan keadaan pada saat ini," pungkasnya
Sebelumnya, Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan adanya penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi 51,1%.
BACA JUGA:Saat Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Tegaskan Hal Penting Ini
BACA JUGA:TK Kemala Bhayangkari Lubuk Linggau Belajar Pakai Smart TV dari Presiden Prabowo
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan persepsi masyarakat terhadap memburuknya kondisi ekonomi nasional menjadi faktor terbesar yang mendorong penurunan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo
"Persepsi publik bahwa kondisi ekonomi nasional memburuk merupakan faktor utama di balik menurunnya kepuasan terhadap kinerja pemerintahannya," ujar Irvani dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring pada Minggu, 26 Juli 2026.
Hampir separuh responden, atau 49,4%, menilai kondisi ekonomi Indonesia berada dalam kategori "buruk" atau "sangat buruk".
Sebaliknya, hanya 15,7% responden yang menilai kondisi ekonomi berjalan baik.
BACA JUGA:Presiden Prabowo di PBB: Diplomasi Hukum Internasional dan Implikasinya bagi Indonesia
BACA JUGA:Presiden Prabowo Rehabilitasi 2 Guru Luwu Utara: Pengabdian yang Kembali Dihargai
Angka tersebut turun tajam dibandingkan November 2025 ketika sekitar 40% responden masih menilai ekonomi berada dalam kondisi baik.