Herman Deru juga memaparkan empat strategi utama Program Sultan Muda, yakni perluasan akses keuangan, penyaluran Kredit Sultan Muda, business matching, serta penguatan ekosistem kewirausahaan.
BACA JUGA:Update Harga Emas Pegadaian Sabtu 1 Agustus 2026, Galeri24 Termurah Mulai Rp1,361 Juta
BACA JUGA:De Beers Luncurkan Kampanye 'Desert Diamonds' di Shanghai, Dobrak Tren Berlian Alami untuk Gen Z!
Semangat para Sultan Muda juga tercermin dari nilai pembiayaan yang telah disalurkan yang mendekati Rp1 triliun.
Sebagai pusat pembinaan, Pemerintah Provinsi Sumsel bersama OJK Sumsel membentuk Sultan Muda Center yang menjadi wadah bagi para pelaku usaha muda untuk memperoleh pendampingan, coaching, serta fasilitasi akses keuangan.
Selama 1,5 tahun terakhir, Sultan Muda Center telah mendukung sedikitnya 182 kegiatan pengembangan kapasitas.
Selain itu, Pemprov Sumsel juga mengembangkan Kartu Anggota Sultan Muda sebagai identitas resmi sekaligus basis data terintegrasi untuk mengakses pelatihan, mentoring, business matching, hingga berbagai kegiatan pengembangan usaha.
BACA JUGA:Buka Sultan Muda Fair, Herman Deru Optimistis Sektor Ini Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Daerah
Menurut Herman Deru, keberadaan Program Sultan Muda turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.
Saat ini, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sumsel tercatat sebesar 3,59 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional.
Tingkat kemiskinan juga turun menjadi 9,85 persen dan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Sumsel, berada pada level satu digit.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 74,76, rasio gini sebesar 0,298, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,35 persen.
BACA JUGA:Target Cetak 100.000 Sultan Muda, Bank Indonesia dan Herman Deru Resmi Buka FESyar Sumatera 2026
"Tingkat pengangguran terbuka (TPT) kita menurun. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap capaian tersebut adalah Program Sultan Muda. Dari sisi akses keuangan daerah, Sumatera Selatan merupakan provinsi yang luas dengan 17 kabupaten/kota, 241 kecamatan, serta 3.258 desa dan kelurahan. Karena itu, dibutuhkan pionir-pionir muda yang mampu mengakselerasi pembangunan. Kelebihan mereka adalah berasal dari Generasi Z, milenial, dan Generasi Alfa yang tentu lebih maju dalam pemanfaatan informasi dan teknologi," paparnya.