Hanya English saja yang ikut kelas sophomore.
Saya manut saja. Soal bahasa Inggris juga akan ada faktor penunjang.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas serta Reputasi Brand Nasional
BACA JUGA:Hadir di Acara BI Sulut, Dahlan Iskan Dorong Pengusaha Lokal Fokus Tingkatkan Kapasitas Produksi
Satu lewat pelajaran di kelas Journalism (jurnalistik, mengerjakan koran sekolah dan Yearbook), di mana saya akan selalu berkutat dengan dunia penulisan dan editing.
Kedua, pelajaran dari bapak-ibu angkat di rumah dan kantor koran tempat mereka bekerja. Saya benar-benar beruntung dapat keluarga angkat di lingkungan pendidikan (plus media).
Saya seperti dapat kelas 24 jam sehari. Untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris, John memaksa saya secara berkala menulis di korannya.
Temanya bebas terserah saya, yang penting ada kaitan dengan Indonesia.
BACA JUGA:Dirut BPJS Kesehatan Ikut Senam Dahlan Iskan: Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Diabetes
BACA JUGA:Dahlan Iskan Beri Kuliah Umum di Universitas Paramadina, Bahas Manajemen Krisis Perusahaan
Keluarga itu bahasa Inggrisnya sangat proper. Istilahnya "standard English". Jadi saya jauh dari kata-kata kotor, he he he. Setiap kata kotor ada penggantinya yang sopan. "F*ck" jadi "Fudge". "Sh*t" jadi "Shoot".
Dan lain-lain. Kansas memang proper santunnya. Makanya Superman, sebagai anak Kansas, di film juga tidak pernah berbahasa kotor.
***
Jadilah saya siswa kelas 11 di Ellinwood High School. Benar-benar lompat setahun. Teman-teman sekelas saya rata-rata lebih senior setahun.
BACA JUGA:Menangkan Gugatan, Saham Radar Bogor Kembali ke Dahlan Iskan
BACA JUGA:Coaltrans Asia 2026-PTBA Tekankan Pentingnya Kepastian Regulasi dan Keberlanjutan Pasokan Batu Bara