Kelas-kelas lain yang saya ambil antara lain Matematika, Entrepreneurship (mengelola toko sekolah), Biologi, Keyboarding (mata pelajaran wajib waktu itu, mengetik sepuluh jari), Sejarah, serta yang lain.
Ekstrakurikuler saya terwakili di kelas Jurnalistik. Kelas itu memang menerbitkan satu halaman koran setiap hari Rabu, menempel di koran Ellinwood Leader milik John dan Chris.
Selama sepanjang tahun, kelas itu juga menyusun Yearbook yang kemudian diterbitkan di akhir tahun ajaran.
Di negara bagian Kansas, tim jurnalistik Ellinwood termasuk yang terbaik. John telah berkali-kali mengantarkan timnya meraih penghargaan All-American (terbaik se-Amerika).
BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian 1 Oktober 2026 Menguat, Antam 1 Gram Tembus Rp2,63 Juta
BACA JUGA:Pemutihan Pajak Sumsel Dimulai Hari Ini: Bebas Denda hingga Gratis BBNKB, Segini Besarannya?
Karena English saya masih terbatas, tugas utama saya adalah fotografer sekaligus layouter. Termasuk bertanggung jawab atas ruang gelap kala itu (tempat cuci cetak film zaman dulu).
Pemimpin redaksi dipilih yang sudah kelas 12/senior, dan harus sudah berusia 18 tahun. Alasannya, supaya dia bisa digugat secara hukum kalau produk jurnalistiknya membuat kesalahan.
Untuk olahraga, saya sebenarnya ikut tim lari cross country di musim gugur. Juga pernah ikut latihan tim (American) football sebagai kicker. Tapi tidak aktif bertanding. Pertama, karena memang kalah kemampuan (he he he).
Kedua, saya lebih berfungsi sebagai fotografer dan peliput untuk koran sekolah. Saya lebih fokus dan enjoy di tim jurnalistik, yang tugasnya memang banyak dan tidak kenal waktu.
BACA JUGA:Terapkan Prinsip BDKS, 8 Nasabah dan 1 CO BTPN Syariah di Lahat Berangkat Umrah Gratis!
Plus, saat musim gugur itu, kalau weekend saya juga punya tugas ekstra melatih anak-anak SD main sepak bola.
Baru pada musim semi saya ikut tim atletik (Track and Field). Masuk pasukan kelas 2 mil alias 3,2 km alias lari delapan lap. Saya juga ikut kategori high jump.
Tapi seperti olahraga sebelumnya, akhirnya tak pernah diturunkan lomba. Alasan utama sama: Karena memang kalah kemampuan (he he he). Lagi-lagi, saya lebih berfungsi sebagai fotografer dan tim peliput.
Untuk urusan meliput dan memotret itu, tugas terbesar saya sebenarnya justru ke tim basket. Kalau itu saya benar-benar wajib dan tidak tergantikan. Koran sekolah saya punya tiga fotografer, yang dua adalah pemain basket.