KAYUAGUNG, PALPRES.COM — Perjalanan dari pusat Kota Kayuagung menuju Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, dahulu menjadi medan perjuangan yang berat bagi warga.
Ketika musim hujan tiba, ruas jalan utama berubah menjadi kubangan lumpur tebal yang tidak jarang menjebak kendaraan hingga nyaris tenggelam.
Pengalaman pahit itu terekam jelas dalam ingatan Faisal warga Dusun Rimba Naning, saat ditemui, Kamis 5 November 2026.
Rimba Naning salah satu titik kerusakan terparah di jalur menuju Cengal dan sering viral di media sosial.
BACA JUGA:Komitmen Berantas Narkoba, Pejabat Rutan Kelas I Palembang Ini Terima Penghargaan dari BNNP Sumsel
Faisal, menuturkan bagaimana kendaraan roda empat harus berjibaku dengan lubang jalan yang kedalamannya mencapai satu meter.
"Truk yang melintas di titik tersebut bodinya tinggal separuh yang terlihat di jalan karena dalamnya lubang," kenang Faisal.
Kerusakan parah saat itu tidak hanya memperpanjang waktu tempuh dari tiga jam menjadi lebih dari lima jam, tetapi juga melonjakkan biaya angkut komoditas pertanian.
Kondisi ini menekan perekonomian para petani dan warga pedesaan di ujung timur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut.
Padahal, jalan poros Kayuagung–Cengal memiliki nilai strategis yang krusial.
Jalur ini menjadi urat nadi penghubung pusat pemerintahan kabupaten dengan sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Pedamaran Timur, Sungai Menang, Cengal.
Akses transportasi yang memadai menjadi syarat mutlak untuk menopang mobilitas warga, distribusi barang, dan pemerataan ekonomi.
Siasat Anggaran dan Sinergi Pusat-Daerah
BACA JUGA:Kebakaran Hebat Melanda PT OKI Pulp & Paper Mills Sungai Baung, Manajemen dan Polres OKI Buka Suara