Bisnis Emas dan Haji Perkuat Kinerja BSI, Laba Tembus Rp3,7 Triliun
(kiri-kanan) Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (tengah), Direktur Risk Management Grandhis H.Harumansyah (paling kiri), Wakil Direktur Utama Bob T.Ananta (dua dari kiri), Direktur Finance & Strategy Ade Cahyo Nugroho (empat dari kiri), Direktur Sales -BSI-
BACA JUGA:BSI Tekankan Relevansi Ekonomi Syariah Terhadap Pembangunan Ekonomi Indonesia melalui GIFS 2025
Inovasi Layanan Digital Faktor Kunci Pertumbuhan Bisnis
BSI terus bertransformasi dalam layanan digital dengan menghadirkan aplikasi BYOND untuk nasabah ritel dan BEWIZE untuk nasabah institusi.
Aplikasi BYOND memiliki 4,49 juta user. Layanan kepada nasabah juga dilengkapi dengan 5.499 ATM/CRM, 122 ribu BSI Agen, 24 ribu BSI EDC, 533 Ribu merchant BSI QRIS.
BSI juga terus memperkuat fitur BYOND by BSI di antaranya dengan layanan BSI Emas yang memfasilitasi nasabah untuk melakukan pembelian dan penjualan emas 24 jam dengan dengan harga yang kompetitif dan murah karena bisa diperoleh mulai dari 0,1 gram.
Dari sisi wholesale dan korporasi, saat ini BSI memiliki aplikasi BEWIZE by BSI yang merupakan platform terpadu transaksi keuangan bagi nasabah untuk membuat #BisnisJadiMudah. BEWIZE by BSI berkonsep single sign on sehingga nasabah dapat mengakses layanan Cash Management, Value Chain, Trade Finance dan Foreign Exchange secara end-to-end dengan mudah, tepat, dan aman.
Kontribusi BSI Dukung Asta Cita Pemerintah
Direktur Utama BSI berterima kasih atas kepercayaan masyarakat mempercayakan transaksi perbankannya pada BSI.
Dalam empat tahun nasabah BSI bertambah mencapai 22 juta.
Selanjutnya Anggoro Eko Cahyo menambahkan BSI sebagai leader bank syariah akan ambil peran untuk berkontribusi mensejahterahkan masyarakat.
Sejalan dengan harapan bahwa ekonomi syariah mampu menjadi arus baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, BSI juga mendukung program Asta Cita Pemerintah.
Program BSI
Beberapa program yang diselenggarakan di antaranya melalui BSI sebagai bulion bank untuk mendukung hilirisasi emas, pembiayaan KUR Syariah, penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi (KPR FLPP) untuk mendukung 3 juta rumah, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui optimalisasi pembiayaan di Aceh, program makan bergizi gratis (MBG), ekonomi hijau serta kontribusi zakat untuk kemaslahatan umat.
Selama tahun 2025, BSI juga telah mengumpulkan zakat perusahaan sebesar Rp124 miliar dan zakat pegawai Rp20 miliar.
Penyaluran pembiayaan sosial Rp57,54 triliun dan pembiayaan green financing tercatat mencapai Rp15,32 triliun.
Dukungan terhadap ekonomi hijau juga diimplementasikan salah satunya melalui pembiayaan kendaraan ramah lingkungan sebesar Rp297 miliar dan penerbitan ESG Sukuk Sustainability Rp8 triliun pada tahun 2025.
Percepatan pembiayaan berkelanjutan menjadi langkah strategis perseroan untuk mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi nasional. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
