Banner Honda PCX

BRI Peduli Tingkatkan Kapasitas Peternak Sapi Perah di Malang Lewat Program Klaster Unggulan

BRI Peduli Tingkatkan Kapasitas Peternak Sapi Perah di Malang Lewat Program Klaster Unggulan

BRI Peduli membantu Kelompok Ternak Sumber Karanglo Malang meningkatkan kapasitas produksi, mengolah susu menjadi produk bernilai tambah -BRI-

MALANG, PALPRES.COM – Berlokasi di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, usaha peternakan sapi perah menjadi sumber kehidupan bagi banyak warga.

Salah satunya adalah Kelompok Ternak Sumber Karanglo. Kelompok ini berdiri sejak Oktober 2020 sebagai wadah bagi para peternak dalam mengembangkan usaha peternakan sapi perah yang menjadi mata pencaharian mereka.

Salah satu anggota kelompok tersebut adalah Rendy Hertanto. Bersama para anggota lainnya, ia menjalankan usaha peternakan sapi perah yang menghasilkan susu segar sebagai komoditas utama.

Melalui kelompok ini, para peternak terus berupaya meningkatkan kualitas hasil ternak sekaligus mengembangkan usaha agar mampu memberikan nilai tambah bagi hasil produksi.

BACA JUGA:Di Tengah Bentang Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Denyut Nadi Perekonomian

BACA JUGA:Terjang Ombak, Mantri BRI Buka Akses Finansial hingga Perbaiki Nasib Nelayan di Pulau Seram

Hingga saat ini, Kelompok Ternak Sumber Karanglo memiliki lebih dari 58 ekor sapi perah dengan produksi mencapai lebih dari 400 liter susu setiap harinya.

Untuk menjaga kualitas hasil ternak, kelompok juga rutin mengadakan bimbingan teknis dan vaksinasi kesehatan ternak sehingga produktivitas tetap terjaga.

Meski menunjukkan perkembangan yang baik, perjalanan kelompok tidak selalu berjalan mulus.

Dalam proses mengembangkan usaha, para peternak dihadapkan pada berbagai tantangan yang membatasi ruang untuk berkembang.

BACA JUGA:Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan lewat Pembiayaan Rumah

BACA JUGA:Tiket Umum Sold Out dalam Satu Jam, BRI Hadirkan Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchestra Lewat BRImo

Proses produksi yang masih dilakukan secara manual membuat kapasitas dan efisiensi kerja belum maksimal.

Di sisi lain, jangkauan pemasaran produk masih terbatas sehingga peluang penjualan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait