Banner Honda PCX

Demokrasi Kita: Antara Musyawarah Pancasila atau Konsensus Oligarki?

Demokrasi Kita: Antara Musyawarah Pancasila atau Konsensus Oligarki?

Harry Yogsunandar, Penulis-Ist-

BACA JUGA:Segera Cek! Apakah NIK Anda Masuk Desil 1–4? Ini Penentu Dapat Bansos PKH dan BPNT 2026

BACA JUGA:Tips Skincare Hemat: 4 Sunscreen Andalan agar Wajah Awet Muda Tanpa Operasi Cocok Untuk Usia 40 Tahun ke Atas

Demokrasi Indonesia pada dasarnya tidak gagal secara konsep, melainkan bermasalah dalam praktik.

Sistem multi partai dan prinsip musyawarah mufakat yang secara normatif dirancang untuk mencerminkan nilai-nilai Pancasila, dalam realitas politik justru mengalami distorsi.

Musyawarah berubah menjadi koalisi pragmatis yang berorientasi pada pembagian kekuasaan, bukan pada fungsi pengawasan dan kontrol.

Akibatnya, oposisi politik kehilangan daya kritisnya, sementara pemilu bergeser dari mekanisme evaluasi substantif menjadi rutinitas elektoral yang mahal, elitis, dan minim akuntabilitas.

BACA JUGA:Kulit Kendur di Usia 40-an? Ini 4 Sunscreen Kolagen yang Ampuh Bikin Wajah Kencang Lagi

BACA JUGA:Momen Hangat Kapolda Sumsel Safari Ramadan: Shalat Tarawih Bareng di DPRD Sumsel

Jika kondisi ini terus dibiarkan, demokrasi Indonesia berisiko terjebak dalam proseduralisme semu—demokrasi yang hadir secara formal, tetapi absen secara substantif dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Daftar Pustaka

Asshiddiqie, J. (2010). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Dahl, R. A. (1989). Democracy and its critics. New Haven: Yale University Press.

BACA JUGA:Bupati Enos: Pejabat Tak Perlu Terlalu Pintar, Yang Penting Loyal dan Royal!

BACA JUGA:Tak Perlu Repot! Mesin Cuci LG Terbaru Kini Pakai AI untuk Deteksi Jenis Kain

Easton, D. (1965). A systems analysis of political life. New York: Wiley.

Levitsky, S., & Ziblatt, D. (2018). How democracies die. New York: Crown.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: