Banner Honda PCX

Dukung Piodalan dan Dharma Santi di Pura Agung Sriwijaya, Ratu Dewa: Wujud Toleransi Beragama

Dukung Piodalan dan Dharma Santi di Pura Agung Sriwijaya, Ratu Dewa: Wujud Toleransi Beragama

Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat menerima audiensi Panitia Pelaksana Piodalan Pura Agung Sriwijaya dan Dharma Santi Hari Raya Nyepi-Kominfo Palembang-

PALEMBANG, PALPRES.COMWali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si, menerima audiensi Panitia Pelaksana Piodalan Pura Agung Sriwijaya dan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 (2025), di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (8/4/2025). 

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan tersebut, Ratu Dewa menyatakan dukungannya terhadap rangkaian kegiatan keagamaan umat Hindu di Sumatera Selatan, termasuk acara besar yang akan dihadiri puluhan ribu masyarakat dari berbagai desa adat.

“Kegiatan ini sangat baik. Pemkot Palembang mendukung penuh karena selama ini toleransi antarumat beragama di kota kita sudah sangat terjaga. Nanti koordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk mengagendakan kegiatan ini ke dalam kalender tahunan kota,” ujar Ratu Dewa.

Ratu Dewa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang terus berkomitmen menjaga toleransi dan mendukung penuh keberagaman budaya dan agama di wilayahnya.

 “Saya apresiasi kontribusi umat Hindu dan PHDI dalam membangun keharmonisan. Ini semua bagian dari kekuatan Palembang sebagai kota multikultur yang inklusif,” tegasnya.

Sementara itu dalam pertemuan itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sumatera Selatan, I Gusti Bagus Surya Negara, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Wali Kota Ratu Dewa.

“Terima kasih Pak Wali Kota, atas waktu dan sambutan hangat yang diberikan. Kami merasa dihargai dan diterima dengan baik. Kami sangat berharap kehadiran Bapak di acara puncak Piodalan dan Dharma Santi nanti, yang akan dihadiri sekitar 30-40 ribu umat dari 177 desa adat,” ucap I Gusti.

Ia juga menambahkan, tahun ini perayaan Nyepi menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan malam takbiran umat Muslim. Fenomena ini, menurutnya, hanya terjadi 127 tahun sekali.

 “Umat Hindu dan Muslim sama-sama menyambut momen suci, proses penyucian diri yang mengantarkan kita ke esensi hidup yang damai. Ini adalah bukti nyata bahwa kita hidup berdampingan dalam kerukunan,” tuturnya.

I Gusti Bagus Surya Negara juga menyampaikan harapannya agar kegiatan budaya Hindu seperti Ngaben Massal dan Piodalan bisa masuk dalam kalender pariwisata tahunan Kota Palembang.

Apalagi, upacara seperti ini melibatkan ribuan orang dan turut memperkenalkan nilai-nilai budaya luhur kepada generasi muda.

“Ngaben Massal rencananya akan kembali digelar tahun depan, dan kami mohon bisa diinformasikan lebih awal agar dapat diakomodir dengan baik oleh Pemkot,” kata I Gusti.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih dari masyarakat Hindu di Talang Jambe atas perbaikan lampu jalan di kawasan tersebut, serta apresiasi atas keterbukaan Pemkot dalam setiap kegiatan umat Hindu.

“Silaturahmi ini akan terus kami jaga. Semoga ke depan makin erat kerja sama antara PHDI, umat Hindu, dan Pemerintah Kota Palembang,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait