Banner Honda PCX

Pemanfaatan Program Pintar- KB Solusi Kongkrit Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang KB

Pemanfaatan Program Pintar- KB Solusi Kongkrit Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang KB

Pemanfaatan Program Pintar- KB Solusi Kongkrit Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang KB--

LUBUK LINGGAU, PALPRES.COM- Program"Pintar-KB" yang diinisiasi oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota LUBUK LINGGAU, Deasi Novia memiliki fokus pada upaya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai Keluarga Berencana dengan edukasi memanfaatkan media sosial sebagai media penyuluhan dengan membuat konten yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Penggunaan program "Pintar-KB" diharakan dapat meningkatan partisipasi masyarakat untuk ber-KB dan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memilih metode KB sesuai kebutuhan dan kondisi Kesehatan, sehingga ada akhirnya akan meningkakan capaian kepesertaan KB masyarakat di Kota Lubuklinggau.

"Proyek perubahan ini dirancang sebagai inisiatif strategis untuk menjawab permasalahan masih rendahnya kepesertaan KB masyarakat di Kota Lubuklinggau, Hal tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan, baik dari sisi pengetahuan, akses, maupun motivasi masyarakat, dan masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan tujuan program KB," ujar Deasi Novia. 

Dijelaskannya, penggunaan metode penyuluhan yang masih konvensional dan kurang menjangkau generasi muda, khususnya remaja dan calon pengantin yang menjadi target potensial program KB.

BACA JUGA:Peringati HUT Ke 23, Bidpropam Polda Sumsel Berikan Bantuan kepada Anak Tuna Rungu dan Yatim Piatu  

Penyampaian informasi saat ini belum memanfaatkan media digital secara optimal sehingga menyebabkan informasi KB kalah bersaing dengan arus informasi lain yang lebih menarik perhatian masyarakat. 

Disamping itu, masih terdapat persepsi negatif dan mitos yang berkembang di masyarakat tentang penggunaan alat kontrasepsi, seperti kekhawatiran akan efek samping atau keyakinan bahwa KB dapat mengganggu kesuburan. 

Hal ini menimbulkan sikap ragu atau bahkan penolakan untuk berpartisipasi. Dari sisi layanan, kinerja tenaga penyuluh KB masih belum optimal, dimana jadwal layanan yang terbatas dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal turut menghambat perluasan cakupan peserta KB.

Melalui proyek perubahan ini, dirancang strategi Penyuluhan KB menggunakan media sosial dalam penyebaran informasi KB dinilai, lebih efektif dibandingkan metode konvensional. 

Melalui platform seperti Instagram dan Tiktok, informasi KB dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai wilayah tanpa batasan geografis, selama tersedia koneksi internet, Dan tidak memerlukan memerlukan biaya besar dibandingkan penyelenggaraan kegiatan penyuluhan tatap muka. 

Konten yang variatif seperti infografis, video pendek, animasi dan cerita inspiratif mampu menarik minat masyarakat dan mempermudah pemahaman terhadap pesan yang disampaikan.

"Hasil yang diharapkan dari proyek perubahan ini adalah tersedianya media penyuluhan berupa konten yang kreatif dan inovatif yang akan disebarluaskan melalui media sosial (Instagram dan Tiktok) untuk memperluas jangkauan pelayanan penyebaran informasi yang dapat dengan diakses dimanapun dan kapanpun oleh masyarakat.

Sehingga diharapkan nantinya akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang program Keluarga Berencana, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepesertaan KB masyarakat di Kota Lubuklinggau," tukasnya.

Sasaran utama proyek perubahan ini adalah masyarakat umum sebagai penerima manfaat konten edukasi penyuluhan keluarga. berencana, pemerintah Kota Lubuklinggau sebagai pengdukung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: