Safari Ramadhan Pemkab OKI: Ibadah Khusuk, Pelayanan Publik Tetap Jalan
Bupati Muchendi melakukan safari ramadhan di siang hari -palpres.com -
KAYUAGUNG, PALPRES.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Safari Ramadhan tahun ini.
Kegiatan yang biasanya digelar menjelang berbuka puasa hingga malam hari, kini dilaksanakan pada siang hari, seusai salat Zuhur dan Ashar.
Langkah tersebut diambil agar bisa memberi layanan kepada warga selama pelaksanaan safari serta tidak mengganggu waktu berbuka puasa dan salat tarawih masyarakat bersama keluarga.
Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Muchendi mengatakan, perubahan pola ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk tetap menjalin silaturahmi, menyerap aspirasi, sekaligus mendekatkan layanan kepada warga tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah di bulan suci.
BACA JUGA:Masya Allah! Turun ke Jalan, Dewan Guru dan Siswa SMPN 3 Lahat Tebar Kebaikan
BACA JUGA:100 Hektar Lahan Belum Diganti Rugi, Warga Sungai Sibur OKI Desak Pola Kemitraan PT PNS
“Safari Ramadhan tahun ini tetap bermakna tanpa mengurangi kualitas ibadah masyarakat.
Karena itu kami laksanakan siang hari, supaya malamnya warga bisa fokus berbuka dan tarawih bersama keluarga,” ujar Muchendi saat menggelar Safari Ramadhan perdana di Desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing, Rabu 25 Februari 2026.
Menurut dia, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
BACA JUGA:Sambut HUT ke-45, PTBA Kolaborasikan Bantuan Pangan dan Edukasi Gizi Pola Makan Sehat
BACA JUGA:Besok, Jenazah Alex Noerdin Disemayamkan di Rumah Jl Merdeka Sebelum Dimakamkan
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya membawa program, tetapi juga mendengar langsung aspirasi warga. Dengan turun ke desa, kita tahu apa yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab OKI menyalurkan berbagai bantuan, di antaranya bantuan dari Baznas untuk fakir miskin dan anak yatim, bantuan Al Quran untuk masjid, serta program bedah rumah bagi warga Desa Bumi Agung.
Muchendi menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya pelayanan dan pembangunan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
