Selain Keruk Baru Bara, Perusahaan Tambang Ini Gali Potensi Pendidikan di Sumatera Selatan
Ilustrasi perusahaan tambang yang juga gali potensi pendidikan di Sumatera Selatan-pixabay-
PALPRES.COM - Pendidikan Indonesia masih terus dirundung berbagai masalah, seperti terjebak dalam labirin yang entah dimana ujungnya, entah karena banyaknya pandangan skeptis, atau karena gagalnya tata kelola kurikulum.
Akan tetapi, di tengah badai krisis ini muncul aksi luar biasa dar perusahaan tambang besar yang tak hanya mengeruk bumi untuk mendulang batu bara, mereka juga menciptakan generasi emas Indonesia.
Dikenal sebagai sub holding Mind ID yang tegak kokoh bercokol di Sumatera Selatan, PT Bukit Asam Tbk telah membuat gebrakan revlusioner besar bagi dunia pendidikan Indonesia.
Mereka menggali dan membongkar belenggu pendidikan yang ditengarai masih terus menjegal.
BACA JUGA:Jika Kamu Liburan Akhir Tahun Di kota Yogyakarta, Kamu Harus Coba Mengunjungi Pantai Parangtritis
BACA JUGA:Taksi Listrik Xanh SM Dukung Pariwisata Ramah Lingkungan di Jakarta, Kerahkan 10 Ribu Unit
Informasi yang dihimpun, PTBA telah mengusung dua program revolusioner untuk mendongkrak percepatan tujuan poin ke-4 dari Substanable Development Goals (SDGS), yakni Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Membaca (Gernas Tastaba) dan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gertas Tastaka) selama tiga bulan berturut-turut.
Kedua program ini sudah diselaraskan dengan Noble Purpose PTBA, mengingat komitmen perusahaan tambang batu bara asal Sumatera Selatan ini yang berupaya membangun peradaban, masa depan yang lebih cerah dan kesejahteraan bersama.
Diketahui, PTBA sudah menggelar Gernas Tastaba dan Gertas Tastaka di Kabupaten Muara Enim dan Lahat, Sumatera Selatan.
Program ini dirancang secara khusus untuk mengasah kemampuan literasi dan numerasi bago siswa sekolah dasar (SD).
BACA JUGA:Masuk DTKS Kemensos Tapi Tidak Terima Bansos? Tenang, Ini Cara Mengatasi dan Beberapa Penyebabnya!
Hartono selaku VP Sustainability PTBA menyebutkan bahwa PTBA terus menggulirkan program ini secara berkelanjutan hingga ke Kabupaten Lahat.
Demi mengentaskan masalah pendidikan dasar yang seringkali menjadi momok menakutkan ini, besar harapannya agar para guru mengadakan sesi diskusi bersama teman sejawat untuk menyebarluaskan ilmu yang diterima selama mengikuti pelatihan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
