Honda

Tarif Taksi Online Sudah Naik karena BBM, Pengamat Ingatkan Pemerintah Kaji Mendalam Wacana Kenaikan Tarif

Tarif Taksi Online Sudah Naik karena BBM, Pengamat Ingatkan Pemerintah Kaji Mendalam Wacana Kenaikan Tarif

Ilustrasi transportasi online--Istimewa/palpres.com

PALEMBANG, PALPRES.COM- Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) Dr Sri Rahayu mengatakan dalam menentukan besaran tarif transportasi online, pemerintah sebaiknya melakukan beberapa tahapan.

mulai dari survei, pembahasan dengan pihak terkait, evaluasi, penetapan kebijakan, hingga sosialisasi.

“Pembahasan terkait tarif transportasi online ini harus komprehensif, tidak sekadar pembahasan di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan langsung ditetapkan, jelas itu akan menimbulkan gejolak," ujar Sri Rahayu, Selasa, 27 September 2022.

Ia menjelaskan, tahapan pertama pemerintah harus melakukan survei terlebih dahulu ke masyarakat dan pengemudi taksi online dengan menggandeng lembaga yang kompeten dan netral, seperti perguruan tinggi. 

BACA JUGA:Ramai Ajakan Beralih ke SPBU Swasta, Warganet: Biar Pertamina Tidak Rugi

Setelah data diperoleh, dirumuskan dahulu apakah harus ada kenaikan tarif.

Setelah proses penelitian, pemerintah perlu mengundang seluruh komponen terkait untuk mendiskusikan hal tersebut, kalau memang pembahasannya sudah dirasa pas, usulan tarif dapat ditetapkan.

“Kemudian kebijakan itu disosialisasikan dengan menjelaskan kepada masyarakat bahwa berdasarkan hasil riset yang dilakukan pemerintah bersama lembaga penelitian dan mempertimbangkan kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), serta kondisi tarif sudah lama belum mengalami kenaikan, maka tarif taksi online harus ditetapkan sebesar sekian. Jelaskan pula apa keuntungan dari kenaikan tarif ini bagi masyarakat dan pengemudi," jelas Sri Rahayu.

Menurut Sri Rahayu, pemerintah juga perlu banyak berdiskusi dengan perusahaan aplikator penyedia jasa taksi online. 

Jika ternyata pihak aplikator sendiri sudah menyesuaikan tarifnya, maka usulan tarif yang ditetapkan pemerintah harus ditinjau kembali. Jangan-jangan pemerintah nanti terlalu tinggi menetapkan tarif.

“Selama ini pemerintah cenderung menetapkan harga lebih tinggi. Akibatnya, ketika harga tinggi masyarakat akan mencari barang substitusi dan meninggalkan permintaan terhadap taksi online. Masyarakat kemungkinan mencari produk pengganti dengan membeli kendaraan sendiri meski harus menyicil," ungkapnya.

Pemerintah Harus Fokus Benahi Angkutan Umum

Terkait masalah transportasi, Sri Rahayu menyebut yang lebih penting dilakukan pemerintah saat ini adalah membenahi layanan angkutan umum. 

Pasalnya, transportasi online dipilih karena dinilai lebih praktis dan nyaman dibandingkan angkutan umum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: