Honda

Keluarga Muhammad Said Beberkan Kronologi Sebenarnya, Tidak Ada Bukti Pelecehan Seksual di Depan Ka'bah

Keluarga Muhammad Said Beberkan Kronologi Sebenarnya, Tidak Ada Bukti Pelecehan Seksual di Depan Ka'bah

Keluarga Muhammad Said (26) membeberkan kronologi kejadian sebenarnya, tidak ada bukti telah terjadi pelecehan seksual di depan ka’bah.-medialampung-

BACA JUGA:Asyik! Cukup Dengerin Musik di Aplikasi Ini, Saldo DANA Gratis Auto Cair Hingga Rp500.000

Anaa mengatakan, pihak kepolisian Arab Saudi sempat menghubungi keluarga di Indonesia. 

Itu lantaran ponsel milik ibu dan kakaK Said tidak aktif. 

“Kan waktu kejadian ibu (Said) dan kakaknya masih di sekitar Ka’bah, nunggu Said, jadi mereka menghubungi kami yang di Indonesia,” terang Anaa.

Polisi meminta tolong kepada keluarga yang di Indonesia untuk menyampaikan kabar bahwa Said telah ditangkap. 

Polisi mengatakan bahwa Said dilaporkan oleh wanita asal Lebanon dengan tuduhan pelecehan. 

“Wanita Lebanon itu melaporkan Said memegang payudaranya di depan Ka’bah,” kata Anaa. 

Said tak bisa membela diri karena tidak menguasai Bahasa Arab. 

Bahkan, kata Anaa, Said sempat mendapatkan perlakuan kasar oleh salah satu polisi di sana. 

“Sampai dipukul sama polisi Arab, dia tidak berkutik karena memang dia tidak paham. Posisi saat itu, wanita pelapor tidak ada di situ. Sampai saat ketua travelnya ke kantor polisi di sana. Katanya (Said) harus ditahan dulu sekitaran 5 hari, nanti dibebasin," lanjut @iniakuhelmpink.

Anna mengatakan, ketika travel yang membawa Said dan rombongan harus pulang ke Indonesia, Said tetap tidak diizinkan pulang. 

Ia harus tetap di Arab Saudi sampai proses pengadilan selesai.

“Di sinilah keganjalannya, dia (Said) divonis hukuman 2 (dua) tahun penjara dengan kasus pelecehan, tanpa adanya bukti. Saksinya cuma dua orang, polisi yang tangkap Said di TKP, dan pada saat pengadilan wanita Lebanon ini tidak pernah hadir,” terang Anna. 

Said tetap berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia melalui sambungan telepon yang dibatasi hanya lima menit. 

Ia menyatakan dipaksa mengakui telah melakukan pelecehan seksual kepada perempuan Lebanon itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: