Honda

Apa Hukumnya Membatalkan Puasa Ramadan Karena Sakit?

Apa Hukumnya Membatalkan Puasa Ramadan Karena Sakit?

Apa hukumnya membatalkan puasa Ramadan karena sakit?-Pexels.com-

Hal tersebut membuat hukum puasanya makruh dan dianjurkan untuk menggunakan keringanan yang Allah berikan.

Keadaan yang terakhir, sakit yang melanda membuat penderita tidak mampu berpuasa dan mebahayakan sakitnya jika dia tetap meneruskan puasa.

Contohnya diare parah. 

Hukum puasanya haram karena perilakunya akan membahayakan dirinya sendiri.

Penyakit tersebut butuh penangan yang cukup serius untuk segera membantu pemulihannya seperti penderita butuh banyak cairan atau menerima infus cairan tubuh demi menghilangkan dehidrasi yang jika dibiarkan akan sangat berbahaya.

Syekh Nawawi Banten menjelaskan mengenai hukum membatalkan puasa karena sakit dalam kitab Kaasyifatus Sajaa:

 

اعلم أن للمريض ثلاثة أحوال فإن توهم ضررا يبيح له التيمم كره له الصوم وجاز له الفطر، فإن تحقق الضرر المذكور ولو بغلبة ظن وانتهى به العذر إلى الهلاك وذهاب منفعة عضو حرم عليه الصوم ووجب عليه الفطر، فإذا استمر صائما حتى مات مات عاصيا، فإن كان المرض خفيفا كصداع ووجع أذن وسن لم يجز الفطر، إلا أن يخاف الزيادة بالصوم

 

Bagi orang sakit, berlaku pada tiga kondisi yang berkaitan dengan boleh atau tidaknya menjalankan puasa.

Bila diduga adanya mudarat yang memungkinkan tidak menunaikan ibadah puasa, maka makruh berpuasa bagi orang yang sakit dan diperbolehkan baginya berbuka.

Bila mudarat yang diduga tersebut terwujud dengan dugaan yang kuat dapat menimbulkan kerusakan dan hilangnya manfaat suatu anggota badan, maka haram berpuasa bagi orang tersebut dan wajib berbuka (alias haram berpuasa). 

Bila ia tetap berpuasa sehingga meninggal dunia, maka ia meninggal dalam keadaan maksiat.

Bila sakit yang diderita adalah sakit ringan seperti pusing, sakit gigi, maka tidak diperbolehkan berbuka (alias wajib berpuasa), kecuali bila khawatir akan bertambah sakitnya dengan berpuasa.

Orang-orang golongan tertentu mendapat dispensasi untuk tidak melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait