Honda

WOW! Ternyata Ada Jubah Kuno Sepanjang 1,5 M yang Merupakan Peninggalan Dari Kesultanan Palembang Darussalam

WOW! Ternyata Ada Jubah Kuno Sepanjang 1,5 M yang Merupakan Peninggalan Dari Kesultanan Palembang Darussalam

Museum SMB II tempat disimpannya jubah kuno peniggalan Kesultanan Palembang Darussalam--Instagram

Sebagai tambahan informasi, Kesultanan Palembang pada masa lalu pernah dipimpin Sultan Mahmud Badaruddin (SMB ) II (23 November 1767 - 26 September 1852) yang menjadi Sultan Palembang sejak 12 April 1804 kemudian diasingkan kolonial Belanda pada 1 Juli 1821.

Kini nama SMB II yang namanya lahirnya Raden Muhammad Hasan Pangeran Ratu diabadikan menjadi nama bandar udara (Bandara) SMB II Palembang dan fotonya digunakan pada mata uang rupiah pecahan Rp10.000 tahun emisi 2005 oleh Bank Indonesia.

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn mengatakan, jubah ini milik SMB II, memiliki motif baju yang berbeda dan cukup indah pada masanya sehingga bisa dijadikan salah satu contoh warisan budaya yang kita miliki. 

Umur jubah tersebut menurut SMB IV diperkirakan antara 200 sampai 300 tahun. 

BACA JUGA:WOW KEREN! Kopi Pagar Alam, Sumatera Selatan, Jadi Incaran Importir China dan Kamboja

BACA JUGA:5 Gedung Tertua Di Palembang Ini Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda, Salah Satunya Dijadikan Kantor Walikota

“Kalau dari motifnya jubah itu adalah jubah pada acara-acara tertentu, sebab jubah itu tidak setiap hari di pakai sultan,“ kata SMB IV. Dia juga mengatakan, bahwa jubah milik SMB II ini belum ada kajian akademiknya.

Jika merunut pada sejarahnya, bahwa Kesultanan  Palembang Darussalam mengalami kejayaan pada masa pemerintahan SMB II.

Merujuk pada beberapa sumber, Sultan Mahmud Badaruddin lahir di Palembang tahun 1767.  

Nama aslinya sebelum menjadi Sultan adalah Raden Hasan Pangeran Ratu.

BACA JUGA:7 Rekomendasi Perpustakaan di Palembang, Cari Buku Apa Aja, Ada di Sini!

BACA JUGA:MEMUKAU! 15 Aksesoris Pernikahan Adat Sumatera Selatan Dengan Filosofinya yang Kamu Mungkin Belum Tahu

Ia adalah putra dari pemimpin kesultanan Palembang pada 1776 sampai 1803, Sultan Muhammad Bahauddin.  

Setelah ayahnya wafat, ia pun ditunjuk untuk melanjutkan kepemimpinan di Kesultanan Palembang. 

Sejak saat itu, namanya pun diubah menjadi Sultan Muhammad Badaruddin II.  Pada masa pemerintahannya ini, Badaruddin telah beberapa kali memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda.  Salah satunya adalah Perang Menteng. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: