Banner Honda PCX

Mengenal Tenun Tuan: Kain Handmade Palembang yang Dibina PTBA Hingga Go International

Mengenal Tenun Tuan: Kain Handmade Palembang yang Dibina PTBA Hingga Go International

Mengenal Tenun Tuan: Kain Handmade Palembang yang Dibina PTBA Hingga Go International.-PTBA-

PALPRES.COM - Di sebuah kawasan bernama Tuan Kentang, Palembang, bunyi hentakan alat tenun manual berpadu dengan benang-benang berwarna yang dirangkai penuh ketelatenan.

Di sanalah Tenun Tuan tumbuh, bukan sekadar sebagai usaha, tetapi juga perpanjangan napas budaya yang diwariskan lintas generasi.

Pemilik Tenun Tuan, Sarifudin mengaku, dirinya tidak serta-merta membangun usaha ini dari nol.

Jauh sebelum nama Tenun Tuan dikenal, orang tuanya telah lebih dulu berbisnis kain tenun sejak tahun 1970-an. 

BACA JUGA:PTBA Ajak UMK Kembangkan Peluang Usaha Lewat Kreasi Bunga Balon

BACA JUGA:Hebat! Tim Basket Porsiba Jr Binaan PTBA Raih Juara Galaxy Stars Rising Cup 2025 di Bogor

“Tapi waktu itu orang tua saya hanya mengerjakan kain untuk pesanan saja, jadi memang sangat terbatas,” jelasnya. 

Perubahan Nama Rumah Tanjung Antik ke Tenun Tuan

Tonggak perubahan dimulai sekitar tahun 2010, ketika Sarifudin memutuskan ikut terjun langsung dalam bisnis tenun keluarganya.

Kala itu, dirinya melihat potensi besar yang selama ini tersembunyi: keterampilan, keunikan motif, dan nilai budaya yang belum tergarap maksimal. 

BACA JUGA:Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, PTBA Borong Penghargaan Indonesia Green Awards 2026

BACA JUGA:Target Produksi Naik, PTBA Luncurkan Golden Rules 5.0 Demi Operasional Tanpa Kecelakaan

Usaha ini sempat dikenal sebagai Rumah Tanjung Antik, sebuah fase pengembangan awal sebelum resmi menjadi Tenun Tuan.

Ketiadaan izin usaha kala itu membuat pengembangan dilakukan perlahan, sembari membenahi sistem kerja dan penjualan.

“Saat izin terbit, akhirnya usaha saya berubah nama menjadi Tenun Tuan, kenapa namanya itu? Karena produk yang saya jual inikan tenun dan lokasinya di Tuan Kentang, makanya saya mengubah namanya menjadi Tenun Tuan,” urainya.

Bertahan di Tengah Gelombang Perubahan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: