Banner Honda PCX

Polda Sumsel Perketat Lapas! Napi Risiko Tinggi Langsung Dipindah ke Nusakambangan

Polda Sumsel Perketat Lapas! Napi Risiko Tinggi Langsung Dipindah ke Nusakambangan

Polda Sumatera Selatan memperkuat sinergi strategis bersama jajaran Kemenimipas Provinsi Sumatera Selatan.-Humas Polda Sumsel-

PALEMBANG, PALPRES.COM - Polda Sumatera Selatan memperkuat sinergi strategis bersama jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Provinsi Sumatera Selatan.

Hal ini guna mencegah potensi gangguan keamanan dan peredaran narkotika dari dalam lembaga pemasyarakatan.

Langkah tersebut ditegaskan dalam lawatan kerja yang berlangsung di Mapolda Sumsel, Kamis 26 Februari 2026, dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Data Kanwil Ditjenpas Sumsel menunjukkan jumlah warga binaan di Sumatera Selatan mencapai sekitar 15.000 orang, dan lebih dari separuhnya merupakan pelaku tindak pidana narkotika.

BACA JUGA:Siap-siap Mudik! Kapolda Sumsel Bocorkan Skema Pengamanan Jalur Strategis Idul Fitri 1447 H

BACA JUGA:Kapolda Sumsel Turun Tangan! Sumur Minyak Harus Legal, Tak Ada Celah Bagi Pelanggar

Angka ini menjadi perhatian serius kedua institusi. Sebab, jaringan peredaran narkotika yang dikendalikan dari dalam lapas masih menjadi ancaman nyata terhadap stabilitas kamtibmas.

Karena itu, Polda Sumsel dan Kemenimipas sepakat memperkuat pertukaran data dan informasi intelijen, deteksi dini potensi gangguan keamanan.

Kemudian juga pengawasan komunikasi ilegal dari dalam lapas dan pengamanan pemindahan narapidana risiko tinggi.

Pertemuan tersebut juga mengevaluasi penanganan insiden kerusuhan di Lapas Musi Rawas. Polda Sumsel bersama jajaran Polres setempat sebelumnya telah melakukan langkah cepat pengamanan.

BACA JUGA:Geger! Kapolda Sumsel Mendadak Tes Urine Wakapolda & Pejabat Utama, Ada Apa?

BACA JUGA:Razia Besar-besaran! Polda Sumsel Sisir Kampung Baru dan Hiburan Malam Palembang

Sebagai tindak lanjut, narapidana yang terlibat telah dipindahkan ke Nusakambangan guna meminimalisir eskalasi lanjutan.

Langkah ini menunjukkan pola respons terpadu antara aparat keamanan dan pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas wilayah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait