Sumsel Miliki Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut untuk Siswa Sekolah Dasar

Kamis 25-05-2023,16:30 WIB
Reporter : Bethanica
Editor : Bethanica

PALEMBANG,PALPRES.COM- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Forum DAS dan ICRAF meluncurkan Kurikulum Muatan Lokas DAS dan Gambut sekaligus mensosialisasikan Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut untuk siswa sekolah dasar kelas 4,5, dan 6 di lingkungan Provinsi Sumsel.

Peluncuran kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut ini berlangsung di Ballroom Aryaduta Palembang, Kamis 25 Mei 2023. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sumsel, H Edward Chandra menyambut baik dengan adanya peluncuran kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut.

“Harapannya ini menjadi inisiasi untut mengubah mainset generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap pemeliharaan ekosistem gambut di Sumsel yang dikenal sebagai wilayah yang sangat luas lahan gambutnya,”ungkap Edward Chandra. 

BACA JUGA:ICRAF Panggil Lulusan Muda Perguruan Tinggi Jadi Peneliti Lanskap

Saat ini, Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut baru akan diterapkan di sekolah dasar di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir tepatnya di SDN  Mulya Guna Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir dan SDN 17 Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin.

“Tentu kita akan dorong dan minta ini segera diterapkan di 2 daerah ini agar ke depan bisa diterapkan juga di daerah lain yang memiliki ekosistem gambut. seperti di Musi Banyuasin dan daerah lainnya,”jelasnya. 

Adapun materi Kurikulum Muatan Lokal ini lanjut Edward terintegrasi dengan pelajaran IPA dan ada yang muatan local tersendiri.  

“Artinya sejak dini sudah di didik para pelajar ini untuk cinta dengan gambut, mengetahui karakteristik gambut, memelihara menjaga dan memanfaatkannya secara bijak. Dan juga mengajak orang sekitarnya untuk ikut menjaga gambut,”terangnya. 

BACA JUGA:OKI Susun Dokumen RPPEG, Lindungi 1,03 Juta Hektar Gambut

Tak hanya itu, dari Kurikulum Muatan Lokal ini juga dapat menjadi salah satu cara mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumsel. 

“Muaranya memang ke pencegahan karhutla. Karena gambut kalau sudah terbakar sulit untuk dipadamkan. Jadi sama-sama menjaga dan bisa mengurangi karhutla terutama pada musim kemarau,”harapnya. 

Sementara itu, Ketua Forum DAS Sumsel,  Dr Syafrul Yunardi SHut ME menambahkan, Gambut saat ini memang menjadi perhatian kita bersama di Sumsel karena dari sisi luasan cukup luas dan tersebar di beberapa wilayah di Sumsel. 

“Ini perlu diperhatian khusus bagaimana lahan gambut ini bisa dikelola secara berkelanjutan,”kata Syafrul. 

Maka dari itu, Gambut sudah diperkenalkan kepada pelajar dari tingkat sekolah dasar. 

Kategori :