5. Kurangnya pertumbuhan ekonomi
Sri Lanka mengalami pertumbuhan ekonomi yang relatif rendah dalam beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA:KEREN! 5 Novel Ini Terbaik Sepanjang Masa, Apakah Harry Potter Termasuk?
Pertumbuhan yang lemah dan kurangnya diversifikasi ekonomi, membuatnya sulit bagi negara untuk menciptakan lapangan kerja baru mengurangi kemiskinan dan memperkuat iklim investasi.
6. Korupsi dan ketidakstabilan politik
Korupsi dan ketidakstabilan politik juga menjadi faktor yang berkontribusi terhadap krisis keuangan Sri Lanka.
Ketidakpastian dan kurangnya transparansi dalam pengelolaan kebijakan ekonomi, dapat menghalangi investor asing dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA:Modal Hp, Saldo DANA Gratis Rp80.000 Auto Langsung Cair
Dalam menghadapi risiko bangkrut ini Sri Lanka perlu mengambil langkah-langkah yang tegas dan strategis untuk memperbaiki kondisi keuangan negaranya.
Ini termasuk restrukturisasi utang yang membebani meningkatkan pendapatan melalui diversifikasi ekonomi dan reformasi paja,k serta memperkuat tindakan anti-korupsi dan stabilitas politik untuk membangun kepercayaan investor. *