Hidangan khas Kudus ini mempunyai cita rasa yang sedkit manis, khas dengan makanan Jawa lainnya.
Inilah beda dengan kuah Pindang Palembang yang sebagian besar memiliki cita rasa pedas asam segar.
Pindang khas Kudus bukan berarti pindang ikan yang biasa kita jumpai, tapi makanan khas ini menggunakan daging kerbau atau kambing.
Walaupun rupanya sedikit sama, bahan inilah yang menjadi perbedaan utama Pindang Kudus dan Palembang.
BACA JUGA:Siapakah Ryan Flamingo? Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Ini Profilnya
Penggunaan daging kerbau di Kabupaten Kudus sudah biasa dilakukan.
Hal ini tidak terlepas dari sejarah Kudus dan ajaran yang dibawa Sunan Kudus mengenai sikap toleransi.
Sebagian masyarakat yang dulunya beragama Hindu dan menganggap sapi adalah hewan mulia dan suci, menjadikan makanan yang dimasak terbiasa menggunakan kerbau sebagai pengganti sapi.
Bukan hanya penghormatan, terkait teknik memasak juga diperhatikan oleh Sunan Kudus saat itu.
BACA JUGA:Lepaskan Aja Bro! Perkutut Sial Hanya Orang-Orang Tertentu Punya Mata Batin yang Tau Burung ini
Cara memasak daging yang pada masyarakat dulu menggunakan cara dibakar, oleh Sunan Kudus diganti dengan merebus dan menambahkan bumbu rempah-rempah.
Ini bukan suatu kebetulan, sebab memang teknik ini dipilih menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
Hal tersebut dilakukan agar menghindari aroma daging yang khas agar tidak menyinggung perasaan umat lain.
Pindang Kudus dalam penyajiannya biasa disajikan di atas piring beralaskan daun pisang.
BACA JUGA:Gandeng BP Tapera, UIN Raden Fatah Ikut Kontribusi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Selain itu, sebagai pelengkap, penikmat makanan ini juga bisa ditambahkan beberapa lauk lain seperti perkedel kentang, telur puyuh, paru goreng, tahu goreng, tempe goreng, otak goreng, usus goreng dan hati ampela.