“Musi Banyuasin merupakan satu-satunya daerah di Sumatera Selatan yang memperoleh insentif fiskal dari empat kategori tersebut, bahkan satu-satunya untuk Pulau Sumatera,” tegasnya.
BACA JUGA:BLT El Nino Rp400.000 Disalurkan Desember Ini Bagi 18,8 Juta Pemilik KK, Cek 5 Faktanya!
Pj. Bupati Apriyadi dengan gamblang memaparkan bagaimana strategi dan skema program “Bantu Umak” (Bantuan Tunai untuk Masyarakat Miskin Ekstrem), yang terbukti mampu menurunkan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Menurutnya, pada 2021 angka kemiskinan di Musi Banyuasin mencapai 6,56% atau di atas angka nasional sekitar 4%.
Ada tiga strategi yang dijalankan, yaitu mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan.
Dari sisi pengurangan beban masyarakat, Pemkab Musi Banyuasin meluncurkan inovasi dalam bentuk bantuan langsung tunai dengan nama “Bantu Umak”.
BACA JUGA:Bansos PKH dan BPNT Tahap 6 Mulai Cair Hari Ini via Pos dan ATM, Per KK Dapat Tambahan Rp400.000
BACA JUGA:Ini 4 Cara Menerapkan Disiplin pada Anak, Jangan Sampai Salah Ya
Program itu menggunakan anggaran APBD 2023 sebesar Rp32 miliar dengan target 7.248 KK terverifikasi yang menerima bantuan Rp350.000 selama 6 bulan.
Program “Bantu Umak” dinilai berhasil menurunkan kemiskinan ekstrem dengan indikator penurunan angka kemiskinan ekstrem 2023 menjadi 0,98 (data sementara BPS) dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dengan insentif fiskal kategori kinerja penurunan kemiskinan ekstrem.
“Sesuai namanya, program Bantu Umak ini dialokasikan untuk ibu-ibu, bukan bapak-bapak.
Kita khawatir kalau nama yang tercatat itu bapak-bapak nanti digunakan untuk beli rokok atau judi online.
BACA JUGA:6 Makanan Pemicu Bau Badan yang Harus Dihindari, Cek Daftarnya di Sini
Kalau ibu-ibu, itu pasti nanti dibelikan beras, susu, atau kebutuhan sehari-hari lainnya,” ujarnya berseloroh.