Batu Akik Safir vs Batu Giok, Mana Lebih Tahan Gores? Ini Penjelasannya

Jumat 12-01-2024,15:25 WIB
Reporter : Apriansyah
Editor : Citra Utama

Jadi, tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan mana yang lebih keras antara safir dan giok. 

BACA JUGA:8 Manfaat Memakai Kalung Liontin Batu Akik Safir, Nomor 6 Berhubungan dengan Jiwa

BACA JUGA:7 Batu Akik yang Bakal Populer di 2024, Nomor 6 Banyak Ditemukan di Kalimantan

Keduanya memiliki karakteristik dan nilai yang berbeda-beda, dan pilihan tersebut tergantung pada preferensi pribadi kamu.

Adapun lebih detail tentang safir dan giok.

Safir, yang terkenal dengan berbagai corak biru, adalah varian dari mineral korundum. 

Keindahan warnanya berasal dari kandungan unsur besi dan titanium dalam batu tersebut.

Safir juga hadir dalam berbagai warna lainnya seperti kuning, merah muda, hijau, oranye, atau bahkan transparan. 

Kualitas yang paling dihargai dalam safir adalah warna yang merata, kejernihan yang baik, serta kilau yang intens.

Kekerasan safir, yang mencapai 9 pada skala Mohs, menjadikannya salah satu batu permata terkeras yang tersedia. 

Ini berarti safir sangat tahan terhadap goresan dan dapat bertahan dalam penggunaan sehari-hari tanpa banyak kerusakan. 

Keabsahan safir juga sangat penting, dan perlakuan atau modifikasi batu dapat mempengaruhi nilai dan kualitasnya.

Di sisi lain, giok adalah batu permata yang dihargai dalam budaya Tiongkok dan dianggap sebagai batu yang membawa keberuntungan dan keseimbangan. 

Giok umumnya memiliki warna hijau yang khas, namun juga ada giok putih yang elegan. 

Giok dipercaya memiliki kekuatan simbolik dalam tradisi Tiongkok, yang berhubungan dengan kesuburan, harmoni, kesehatan, dan perlindungan. Ia digunakan dalam pembuatan perhiasan serta patung dan barang seni.

Walaupun kekerasan giok lebih rendah dibandingkan dengan safir, yaitu sekitar 6-7 pada skala Mohs, giok memiliki keunikan lainnya.

Kategori :