Prof. Yolanda dalam orasi ilmiah yang berjudul “Menemukan Peluang Tersembunyi: Memanfaatkan AI untuk Kreativitas Pemasaran Tanpa Batas”, menyimpulkan AI berpotensi merevolusi dinamika pemasaran.
BACA JUGA:Megawati Kembali ke Korea Selatan, Bestinya Pulang Kampung ke Amerika Serikat
Kehadiran AI bisa membuat bisnis membuka peluang tersembunyi, dan mengeluarkan kreativitas tanpa batas.
Terkait hal itu, lanjut Prof. Yolanda, pemasar perlu mengadopsi pendekatan proaktif dan berinvestasi dalam teknologi AI.
Penggunaan teknologi AI dalam pemasaran, menurut Prof. Yolanda, memungkinkan perusahaan melakukan banyak hal yang menguntungkan.
Mulai untuk mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan dengan lebih efisien, memahami pola perilaku konsumen, dan menciptakan pengalaman yang personal dan relevan bagi pelanggan.
BACA JUGA:Polda Sumsel Dukung Fact Checking Summit dan Press Freedom Conference
BACA JUGA:Libur Weekend Enaknya Nonton Drakor Benci Jadi Cinta, Berikut 5 Rekomendasi Drakor yang Bikin Baper
Peluang besar yang ditawarkan oleh pemasaran AI.
Seperti optimasi rantai pasokan, analisis pasar global, pengelolaan risiko keuangan yang lebih baik, personalisasi konten, otomatisasi pemasaran, dan penggunaan chatbot untuk interaksi pelanggan.
Namun, lanjutnya, penerapan AI dalam pemasaran juga dihadapkan pada beberapa tantangan.
Mulai dari biaya implementasi, lalu privasi dan keamanan data, serta kesenjangan teknologi dan ekspektasi konsumen yang terus berkembang.
BACA JUGA:Motor Listrik Volta 401 Cuma Rp9 Jutaan, Fitur Canggih Ada Tombol Rahasia
BACA JUGA:Tetap Terkendali, Ini 5 Komoditas Penyumbang Inflasi Bulan April di Sumsel
Oleh karena itu Prof. Yolanda juga mengingatkan perlunya perusahaan agar terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi AI.