Bagaimana PGN dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk menghadapi natural decline gas pipa eksiting.
Keadaan tersebut memerlukan dukungan dari pasokan baru yang handal.
BACA JUGA:Pertamina Gas Dukung Integrasi Pipa Transmisi Gas Bumi Sumatera-Jawa, Berikan Manfaat Beragam Sektor
BACA JUGA:PGN Dukung Pengembangan Industri Solar Panel, Pasok Gas Bumi 18 BBTUD
Kemudian menjadi hal menantang bagi PGN agar mampu menyediakan LNG dan meraih potensi supply LNG domestik yang besar.
Seperti dari Bontang, Tangguh dan Donggi-Senoro.
“Kemudian juga ada potensi dari Lapangan Andaman. Hal ini menarik, karena lokasinya dekat dengan Fasilitas LNG Arun yang akan kami fungsikan untuk regasifikasi LNG,” jelasnya.
Saat ini, PGN mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas LNG yang ada di FSRU Lampung dan FSRU Jawa Barat.
BACA JUGA:PGN Solution dan LEMIGAS Sepakat Kerja Sama di Bidang Minyak dan Gas Bumi
BACA JUGA:Sudah Berdiri 70 Tahun Lamanya, Inilah Ladang Minyak Terbesar di Indonesia
Sebagai informasi, kebutuhan LNG PGN di tahun 2025 khususnya untuk Jawa Bagian Barat kurang lebih 22-25 cargo LNG (1 kargo kurang lebih setara dengan 8-10 BBTUD).
Pasokan gas hasil regasifikasi LNG juga diperlukan sebagai balancer dari penurunan pasokan gas pipa eksisting.
Baik karena terjadinya gangguan pada sumur gas maupun adanya planned maintenance yang dilakukan oleh para pemasok gas.
Dalam pemanfaatan LNG juga ada sejumlah hal yang menjadi perhatian.
BACA JUGA:Kombinasikan Strategi Integrasi, PGN Optimalkan Pemanfaatan Gas Bumi Domestik di Masa Transisi
BACA JUGA:Customer Business Meeting, PGN Dukung Pemanfaatan Gas Bumi Industri Secara Berkelanjutan