Inovasi ini juga sudah dipresentasikan ke operator hulu migas lain, seperti Saka Energi, Harbour Energy dan Perusahaan Gas Negara (PGN).
“Harapan kami inovasi ini dapat diterapkan untuk membantu menurunkan risiko pekerjaan serupa di operator hulu migas lain,” ungkap Abe.
Ketiga Perwira Pertamina itu berhasil mendobrak metode konvensional dalam penggantian aktuator yang sudah puluhan tahun dijalankan, yang mengacu prosedur migas, menjadi lebih andal.
Hal ini, sejalan dengan komitmen Pertamina dalam memprioritaskan keselamatan operasi dan pekerja dalam aktivitas keseharian operasi hulu migas.
PHE ONWJ merupakan salah satu tulang punggung produksi migas domestik.
Menjadi salah satu kontributor minyak mentah terbesar nasional.
Dari lapangan-lapangan lepas pantai PHE ONWJ menghasilkan 25.269 barel minyak per hari (BOPD) dan 70,67 juta standar kaki kubik gas bumi (MMSCFD) sepanjang 2024.