Zakat mal memiliki ketentuan yang jelas yang harus diikuti oleh setiap Muslim yang memiliki harta atau kekayaan yang memenuhi syarat. Berikut adalah beberapa poin penting dalam ketentuan zakat mal.
Pertama, nisab (batas minimum). Seseorang harus memiliki jumlah harta tertentu yang melebihi nisab untuk wajib membayar zakat mal.
BACA JUGA:Rumah Zakat Raih Apresiasi Indonesia Digital Marketing Champions 2024, Ini Penilaiannya
BACA JUGA:Salurkan Bantuan Ini, Rumah Zakat Bahagiakan Anak Yatim Penghafal Quran di Palembang
Nisab ini adalah jumlah minimum yang ditetapkan dan dapat berbeda tergantung pada nilai emas atau perak yang berlaku saat ini.
Ini berarti bahwa tidak setiap Muslim yang memiliki harta wajib membayar zakat mal, tetapi hanya mereka yang memiliki kekayaan diatas nisab.
Kedua, haul (waktu). Zakat mal harus dibayarkan setelah melewati periode haul yang diwajibkan.
Haul adalah periode satu tahun dalam kalender Hijri, yang dimulai ketika harta mencapai nisab. Jadi, zakat mal harus dibayarkan jika harta telah berada di atas nisab selama satu tahun.
Ketiga dari sisi besaran zakat. Besaran zakat mal adalah sebagian kecil dari kekayaan yang dimiliki oleh seorang Muslim.
Besarnya adalah 2,5% dari nilai harta yang ada di atas nisab. Jadi, jika seseorang memiliki harta yang melebihi nisab dan telah melewati haul, mereka harus membayar 2,5% dari total kekayaan mereka sebagai zakat mal.
Terakhir, harta yang dikenai zakat. Zakat mal dikenakan pada berbagai jenis harta, termasuk uang tunai, emas, perak, investasi, dan harta berharga lainnya.
Namun, tidak semua jenis harta wajib dizakati. Misalnya, harta yang digunakan untuk keperluan sehari-hari atau bisnis sehari-hari biasanya tidak termasuk dalam zakat mal.
Sumedi, SHI, Amil terbaik Direktorat Marketing Rumah Zakat 2020 Praktisi Zakat--
Cara Menunaikan Zakat Mal
Menunaikan zakat mal seharusnya tidak menjadi beban, dan ada beberapa cara yang dapat memudahkan Anda dalam melakukannya.
Pertama, pastikan Anda menghitung zakat dengan cermat, termasuk perhitungan nisab, haul, dan besaran zakat. Ini dapat dilakukan dengan bantuan kalkulator zakat atau dengan berkonsultasi dengan seorang ahli zakat.
Kemudian, rencanakan pembayaran.