Harta selanjutnya yang wajib dizakati adalah hasil dari peternakan seperti unta, sapi, atau kambing.
Untuk syarat zakat hasil peternakan adalah setelah mencapai nishab dan telah setahun/mencapai haul.
f. Barang temuan riqaz menurut HB Ghozali
Bentuknya berupa emas atau perak, mencapai nishab dan di tanah tidak bertuan atau tanah milik sendiri.
Nishab zakatnya 85 gram emas dan kadarnya 20 persen atau seperlima dari harta tersebut.
Adapun syarat Wajib Zakat menurut A. Nur alam Bakhtiar dalam buku Panduan Praktis Zakat Infaq & Sedekah yang diterbitkan BAZNAS Jakarta sebagai berikut:
a. Pemilik harta itu seorang muslim yang Merdeka.
b. Baligh dan berakal.
c. Harta tersebut termasuk jenis harta yang wajib dizakati, yakni emas dan perak (sebagai harta simpanan), uang simpanan (deposito, tabungan dan sebagainya), hasil tambang, barang temuan dan harta tersebut termasuk harta berkembang.
d. Mencapai nishab, yakni harta tersebut mencapai ukuran minimal wajib zakat
e. Telah mencapai haul, yakni zakat tersebut dapat diambil apabila sudah setahun dan cukup nisab.
Penulis: Sumedi, SHI, Praktisi Zakat
Amil Zakat Bersertifikasi lembaga keuangan Syariah- Badan Nasional Sertifikasi Pofesi (LKS-BNSP).
Penulis Buku “Ekonomi Syariah dan Kesejahteraan Sosial di Indonesia”.
Amil terbaik Direktorat marketing Rumah Zakat 2020