"Strategi ini diwujudkan melalui berbagai langkah konkret seperti pelaksanaan operasi pasar murah di berbagai wilayah yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan pasokan komoditas tetap tersedia secara merata,"terangnya.
BACA JUGA:Pejabat Pemkot Lubuk Linggau Ikuti Rapat Inflasi Minggu Pertama bulan Februari 2025
BACA JUGA:Sukses Jaga Stabilitas Harga, Inflasi Sumsel di Natal dan Tahun Baru Tetap Terkendali
Selain itu, upaya untuk menjaga stabilitas pasokan pangan juga dilakukan melalui kegiatan panen raya padi serentak di Kabupaten Musi Rawas, sebagai bentuk penguatan produksi lokal.
Distribusi komoditas yang lebih lancar turut didukung oleh subsidi biaya angkut dari Bank Indonesia, BUMN, BUMD, sektor swasta, perbankan, dan instansi terkait lainnya.
Seluruh upaya ini diperkuat dengan komunikasi yang efektif antar pemangku kebijakan melalui capacity building hingga publikasi informasi melalui siaran pers untuk memastikan kebijakan yang diambil berjalan secara sinergis dan responsif.
"Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui kolaborasi strategis, termasuk Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP),"urainya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga inflasi tetap dalam kisaran yang ditetapkan, sekaligus mendorong ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.