Ini Kronologi Lengkap dan Penyebab Kerusuhan di Lapas Narkotika Muara Beliti

Kamis 08-05-2025,17:27 WIB
Reporter : Fran Kurniawan
Editor : Firdaus

PALPRES.COM- Kerusuhan yang terjadi di Lapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyisakan tanda tanya soal kronologi dan penyebab kejadiannya, Kamis, 8 Mei 2025.

Nampak di lokasi kejadian, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitia Prananta, Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cik Olah, Kejari Musi Rawas, Abu Nawas, Komandan Brimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor, AKBP Andiyano, Dandim 0406/Lubuklinggau, Letkol Inf Arie Prasatyo Widyo Broto, Kapolres Lubuklinggau, AKBP AKBP Adithia Bagus Arjunadi, Kasi Intel Kejari Lubuklinggau, Armein Ramdhani dan petugas lainnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan akhirnya diketahui jika diduga penyebab Utama kerusuhan itu terjadi karena warga binaan menolak dilakukan penyitaan dan razia handphone.

Kini kondisi di Lapas Narkotka Kelas IIA Muara Beliti sudah berhasil dikendalikan oleh apparat kepolisian, Brimob, TNI dan petugas lapas.

BACA JUGA:Diluar Nalar! Penghuni Lapas Sekayu Alami Over Kapasitas Hingga 300 Persen

Namun, akibat kerusuhan itu sejumlah fasilitas yang ada di Lapas Kelas IIA Narkotika Muara Beliti hancur di rusak oleh warga binaan. 

Bahkan, sejumlah alat musik di duga sengaja dibakar oleh warga binaan ditengah lapangan lapas, sedangkan kaca jendela, lemari, pagar kawat, lemari yang benda-benda lainnya yang ada di Lapas Kelas IIA Muara Beliti hancur.

Menurut keterangan Kepala Lapas Narkotika Muara Beliti Ronald Heru Praptama menjelaskan, razia pertama dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, pada Rabu malam, 7 Mei 2025.

Di mana dalam operasi tersebut, petugas menyita sebanyak 54 unit handphone dari 10 kamar di Blok Bangau.

BACA JUGA:Kalapas Sekayu Beri Arahan Warga Binaan Lapas untuk Selalu Menjaga Keamanan dan Ketertiban

“Motif awal kerusuhan berasal dari razia malam itu, kami menemukan puluhan ponsel. Satu kamar belum sempat kami periksa, yakni kamar setrap,” ujar Ronald saat memberikan keterangan didampingi Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitia Prananta dihadapan wartawan.

Kemudian pada pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis, 8 Mei 2025, razia dilanjutkan ke kamar-kamar yang belum diperiksa di Blok Bangau serta delapan kamar di Blok Angsa, tapi saat petugas berada di kamar 8 Blok Angsa, situasi memanas di Blok Bangau.

“Petugas kami dihentikan karena kerusuhan pecah di Blok Bangau, Kami coba redam situasi, tetapi warga binaan semakin beringas. Petugas terpaksa mundur demi keselamatan,” katanya.

Setelah itu, ketegangan meningkat tajam, di mana ratusan warga binaan Lapas Kelas IIA Muara Beliti mulai melempari petugas dengan batu dan membakar fasilitas di tengah lapangan lapas, termasuk seperangkat alat band. 

Kategori :