Mereka adalah :
1. Dr. H. kemas Badaruddin, M.Ag (Islam – Ketua Majelis ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah Provinsi Sumsel,
2. Js.Jason Gunawa S Kom sekretaris Majelis tinggi Kong Hu Chu Indonesia (Matakin) Sumsel
3. Pandita Made Toya pemangku agama persatuan Hindu dharma Indonesia (PHDI) Sumsel
4. Pandita lokapalasraya, Denny Saputra perwakilan umat Budha Indonesia (Walubi) Sumsel
5. Pendeta Robert M.Simanjutak,S.Th Sekretaris Persatuan gereja gereja diindonesia wilayah Sumbagsel ( PGI WSS)
6. Pastor paroki keuskupan agung Palembang Rd Hyginus Gono Pratowo (Katholik)
BACA JUGA:Polres Lubuklinggau dan Jurnalis Media center Bagikan Bunga Sambut HUT Bhayangkara Ke- 79
BACA JUGA:Jelang HUT Bhayangkara ke-79, Polres OKI Gelar Jalan Sehat Berhadiah
Pembacaan doa dari keenam tokoh ini menjadi simbol bahwa dalam keberagaman, masyarakat Indonesia dapat bersatu demi cita-cita bersama kehidupan yang damai, aman, dan saling menghormati satu sama lain.
Usai pembacaan doa lintas agama, selanjutnya digelar tausiah yang disampaikan oleh Das'ad Latif ulama karismatik asal Kota Makasar yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang hangat dan humoris dengan logat Makasar yang khas.
Dalam tausiahnya, Das'ad Latif mengajak jajaran Polri untuk menjadikan Hari Bhayangkara ke-79 sebagai momentum introspeksi dan peningkatan kualitas pelayanan, serta pentingnya peranan doa dalam kehidupan, tidak hanya individu tetapi juga bagi institusi
"Dalam setiap langkah dan pengabdian, doa adalah kekuatan yang tak terhingga, Polri. Sebagai garda terdepan dalam menjaga Harkamtibmas tentunya membutuhkan dukungan dan doa dari Seluruh lapisan masyarakat.
BACA JUGA:Peringati HUT Bhayangkara Ke- 79, Polres Lubuklinggau Gelar Ziara di TMP Patria Bukit Sulap
BACA JUGA:Sambut HUT Bhayangkara ke- 79, Kapolres OKI Pimpin Ziarah Rombongan ke TMP Kayuagung
Mari kita doakan Seluruh Personel Polri dimanapun bertugas semoga selalu diberikan kekuatan, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas selaku Abdi bhayangkara, sehingga terhindar dari segala godaan yang dapat merusak citra institusi Polri "'ajaknya