Puncak dari kegiatan ini adalah pengangkatan topside, yang memerlukan tingkat presisi tinggi.
BACA JUGA:PHE ONWJ dan PertaLife Perkuat Literasi Keuangan Mitra Binaan dan UMKM
BACA JUGA:PHE ONWJ Raih Penghargaan Patra Adikriya Bhumi Utama
Kapal DLB EN 3000 kembali difungsikan untuk mengangkat dan memposisikan topside di atas jacket.
Setelah proses swing, lowering, pengelasan sambungan, dan pengukuran level, struktur topside resmi menempati posisinya sebagai sarana kendali Anjungan OOA.
"Selama kegiatan berlangsung, tantangan utama adalah bagaimana mengeksekusi pekerjaan dengan aman.
Namun hal tersebut dapat diatasi berkat perencanaan yang cermat dan kolaborasi kuat dari seluruh tim yang terlibat," ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama.
BACA JUGA:PHE ONWJ Komitmen Lestarikan Lingkungan Pesisir Pantai Utara di Jawa Barat
BACA JUGA:Cara PHE ONWJ Berdayakan Masyarakat Karawang dengan Limbah Cangkang Rajungan
Sementara itu, Project Manager PHE ONWJ Mohamad Abdurrafiq menyampaikan apresiasi atas keberhasilan proyek pengembangan Lapangan OO-OX yang telah melewati milestone penting pekerjaan lapangan.
"Proyek pengembangan Lapangan OO-OX telah berhasil mencapaian milestone penting dimulai dari desain fabrikasi, instalasi lepas pantai, dan akan dilanjutkan dengan tahapan konstruksi di Onshore Processing Facility (OPF) Balongan, "jelas Abdurrafiq.
PHE ONWJ berkomitmen untuk memastikan penyelesaian seluruh aktivitas rangkaian pekerjaan pengembangan Lapangan OO-OX berjalan dengan sesuai target waktu, andal, dan selamat.
Kini, Anjungan OOA telah berdiri tegak di lokasinya, di lepas pantai utara Jawa Barat, dan menjadi simbol kesiapan dan konsistensi dalam mendukung ketahanan energi nasional.